Punya Kedekatan sama BIN dan BAIS TNI, Apa Saja Tugas PDSI
- Instagram / binofficial_ri
Apabila penyerang berhasil masuk ke sistem, maka penggunaan ransomware bisa menjadi salah satu ancaman serius. Penyerang dapat menggunakan ransomware untuk mengenkripsi data dan kemudian meminta tebusan finansial sebagai imbal balik pengembalian data.
"Sedapat mungkin mereka kalau sudah masuk tentu sekarang ini kan ransomware itu yang mereka akan gunakan sebagai sesuatu yang akan ditebus dengan finance atau sebagainya," kata Suhartono.
Ia juga menyatakan bahwa PDSI menjaga keamanan siber dari awal hingga akhir kegiatan internasional guna menjaga kredibilitas Indonesia di mata dunia.
PDSI antara lain telah menjaga keamanan siber dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022, KTT ASEAN 2023 di Jakarta, Archipelagic and Island States Forum 2023 di Bali, dan World Water Forum 2024 di Bali.
Dalam menjaga keamanan siber di ajang-ajang internasional tersebut, PDSI di antaranya berkolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan Bareskrim Polri.
