Metode Phishing Terbaru yang Mampu Bobol 2FA Terungkap

Ilustrasi teknik phishing.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop Tekno – Kaspersky, perusahaan keamanan terkemuka, telah mengungkap evolusi teknik phishing yang semakin canggih.

img_title Masuk Bulan Agustus, Polri Pastikan Tak Ada Gangguan Kamtibmas di Pusat Ekonomi Nasional

Teknik tersebut biasanya digunakan oleh penjahat siber untuk menghindari otentikasi dua faktor (2FA), sebuah langkah keamanan kunci yang dirancang untuk melindungi akun online. 

Walaupun 2FA telah diadopsi secara luas oleh banyak situs web dan diwajibkan oleh banyak organisasi, penyerang telah mengembangkan metode canggih yang menggabungkan phishing dengan bot OTP (One-Time Password) otomatis untuk menipu pengguna dan mendapatkan akses yang tidak sah ke akun mereka.

img_title Sindikat Penipu Penjualan Emas Dibongkar, Dikendalikan Napi Lapas di Sumut

Ilustrasi cek nomor tak dikenal di smartphone / main HP.

Photo :
  • TechnoPixel

2FA adalah fitur keamanan yang telah menjadi standar dalam dunia online. Fitur ini mengharuskan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka menggunakan metode kedua, biasanya berupa kata sandi satu kali (OTP) yang dikirimkan melalui pesan teks, email, atau aplikasi otentikasi. 

img_title Cara Aman Menggunakan Aplikasi AI, Kebiasaan Sederhana yang Bisa Melindungi Data Pribadi Anda

Fitur ini ditujukan untuk melindungi akun pengguna bahkan jika kata sandi mereka telah diretas. Namun, penipu telah menemukan cara untuk memperdaya pengguna agar memberikan OTP tersebut, sehingga memungkinkan mereka melewati lapisan keamanan 2FA.

Bot OTP adalah alat yang digunakan oleh penipu untuk mencuri OTP melalui rekayasa sosial. Penyerang biasanya mencoba untuk mendapatkan kredensial login pengguna melalui phishing atau kebocoran data, kemudian mereka login ke akun tersebut untuk memicu pengiriman OTP ke ponsel pengguna. 

Ilustrasi Teknik Phishing

Photo :
  • Istimewa

Setelah itu, bot OTP akan menelepon pengguna dan berpura-pura menjadi perwakilan dari organisasi yang sah, menggunakan dialog yang telah diprogram sebelumnya untuk membujuk korban agar memberikan OTP tersebut. Akhirnya, penyerang akan menerima OTP melalui bot dan menggunakannya untuk mendapatkan akses ke akun korban.

Penipu lebih memilih panggilan telepon daripada pesan karena panggilan tersebut meningkatkan kemungkinan korban merespons dengan cepat. Bot dapat meniru nada dan urgensi panggilan yang sah, sehingga membuatnya lebih meyakinkan. Penipu mengelola bot OTP melalui panel online khusus atau platform pengiriman pesan seperti Telegram. 

Bot ini memiliki berbagai fitur dan paket berlangganan, dan dapat disesuaikan untuk meniru organisasi yang berbeda, menggunakan berbagai bahasa, dan bahkan memilih antara suara laki-laki dan perempuan. Fitur lanjutan termasuk spoofing nomor telepon, yang membuat ID penelepon tampak berasal dari organisasi yang sah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut