Hari di Bumi Tidak Selalu 24 Jam

Ilustrasi planet HD 189733b, berwarna biru mirip Bumi.
Sumber :
  • sci-news.com

VoxPop Tekno – Kita semua tahu bahwa satu hari di Bumi berlangsung selama 24 jam, menandai satu putaran lengkap planet ini pada porosnya.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Periode rotasi yang konsisten ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sistem penentuan waktu yang akurat dan memberi sinyal kepada manusia, hewan, dan tumbuhan kapan waktunya untuk beristirahat.

Namun, tahukah Anda bahwa rotasi Bumi tidak selalu konsisten seperti sekarang?

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Perubahan Rotasi Bumi

Ilustrasi Bumi dan Bulan.

Photo :
  • www.pixabay.com/
img_title Kapolri Rotasi Sejumlah Kapolres, Ini Daftar Nama yang Dapat Jabatan Baru

Pada masa awal terbentuknya, hari di Bumi jauh lebih pendek dari 24 jam. Sarah Millholland, asisten profesor fisika di MIT, menjelaskan bahwa pada beberapa titik dalam sejarahnya, Bumi mengalami hari yang lebih pendek dan lebih panjang dari sekarang.

"Yang paling penting itu dipengaruhi oleh interaksi pasang surut dengan bulan. Sekitar satu miliar tahun yang lalu, panjang hari hanya sekitar 19 jam," kata Millholland yang dikutip dari Live Science pada Minggu, 16 Juni 2024.

Konstantin Batygin, profesor ilmu planet di Caltech, menambahkan bahwa pada awal sejarahnya, rotasi Bumi mungkin bahkan lebih pendek dari 10 jam.

Rotasi cepat ini adalah hasil dari tabrakan besar pembentuk bulan dengan planet proto sebesar Mars yang mempercepat momentum sudut Bumi sambil memutuskan sebagian permukaan planet untuk membentuk Bulan.

Efek pasang surut bulan akhirnya memperlambat rotasi Bumi kembali.

Rotasi Bumi: Bukti Asal Usul Planet

Ilustrasi Bumi.

Photo :
  • Pixabay

Rotasi Bumi sebenarnya adalah bukti dari asal mula planet ini. Seberapa cepat sebuah planet berotasi ditentukan oleh bagaimana planet itu terbentuk ketika debu, batuan, dan gas yang mengelilingi Matahari dalam disk protoplanet berkumpul di luar angkasa.

Seberapa kuat benda-benda ini bertabrakan membantu menentukan momentum sudut tubuh planet, atau seberapa cepat ia berputar. Bayangkan seperti memutar botol: semakin kuat Anda menerapkannya, semakin cepat botol itu akan berputar.

Jika Bumi terbentuk lebih dekat ke matahari, rotasi planet kita akan sangat berbeda. Dalam kasus tersebut, Bumi mungkin akan terkunci pasang surut dengan Matahari, mirip dengan bagaimana bulan terkunci pasang surut dengan Bumi.

Jika Bumi lebih dekat ke matahari, ia akan mengalami interaksi pasang surut yang lebih kuat dari Matahari yang akan membuat periode rotasi sama dengan periode orbit, yang berarti bahwa satu hari bisa berlangsung selama satu tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut