Ada Popcorn di Mars
- (NASA/JPL-Caltech/ASU)
Untuk jarak yang lebih jauh, tim mengandalkan mode autopilot Perseverance yang disebut AutoNav. Namun, AutoNav mengalami kesulitan di medan berbatu dan kadang berhenti, membuat perjalanan ke Bright Angel memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.
Tim akhirnya menemukan rute alternatif melalui ladang bukit pasir dan melintasi saluran sungai, yang mengurangi perjalanan selama beberapa minggu.
Sesampainya di Bright Angel, Perseverance menemukan batuan yang sangat menarik. Beberapa batuan ini penuh dengan bola-bola padat yang disebut 'batu popcorn'.
Batuan tersebut juga memiliki punggungan yang tampak seperti urat mineral, yang terjadi ketika air mengangkut mineral melalui batuan dan mengendapkannya.
Fitur ini menunjukkan bahwa air pernah mengalir melalui batuan ini, memberikan bukti lebih lanjut tentang adanya air di Mars. Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis mineral yang ada di batuan popcorn ini.
Perseverance akan bekerja di Bright Angel, mengambil pengukuran dan menggunakan alat abrasi serta instrumen lainnya untuk melihat lebih dekat.
Ia akan menguapkan sebagian batuan dan menggunakan rangkaian instrumen SuperCam untuk memeriksa kimia batuan tersebut. Keputusan untuk mengambil sampel untuk dibawa kembali ke Bumi akan bergantung pada hasil pemeriksaan ini.
Setelah selesai di Bright Angel, Perseverance akan melanjutkan perjalanannya ke selatan, melintasi Neretva Vallis, menuju tujuan berikutnya, Serpentine Rapids.
