Induk Smartfren dan XL Axiata Punya Porsi Saham yang Sama

XL Axiata.
Sumber :
  • VoxPop/Misrohatun Hasanah

Jakarta, VoxPop – XL Axiata dan Smartfren Telecom bersama Smart Telcom (SmartTel) resmi merger dengan nilai gabungan pra-sinergi mencapai lebih dari Rp104 triliun (US$6,5 miliar) dengan entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart).

img_title LG Sinar Mas Genjot Investasi Perkuat Kapabilitas Layanan Digital

Merger atau penggabungan usaha ini menggabungkan dua entitas yang akan saling melengkapi dalam melayani pangsa pasar telekomunikasi Indonesia.

XLSmart akan memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang mampu mendorong investasi infrastruktur digital, memperluas jangkauan layanan, dan mendorong inovasi bagi pelanggan, sekaligus menciptakan pasar yang lebih sehat dan kompetitif.

img_title GSDC 2026, Sinar Mas Land Gandeng UK Malaysia dan Monash University Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Menariknya, mengutip keterangan resmi kepada VoxPop Tekno, Rabu, 11 Desember 2024, baik Smartfren dan XL Axiata, induk usaha mereka sama-sama punya porsi saham sebesar 34,8 persen. Berikut 4 poin utama merger:

• XL Axiata akan menjadi entitas yang bertahan, sedangkan Smartfren dan SmartTel akan menggabungkan diri menjadi bagian dari XLSmart.

img_title Sinar Mas Land Luncurkan Wander Alley Walk, Pusat Bisnis dan Investasi Baru di BSD City

• Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing memegang 34,8 persen saham XLSmart dengan pengaruh yang sama untuk arah dan keputusan strategis perusahaan.

• Pada saat selesainya transaksi, pemerataan kepemilikan saham akan menghasilkan Axiata menerima hingga senilai US$475 juta (Rp7,5 triliun).

Setelah transaksi ditutup, Axiata akan menerima US$400 juta (Rp6,3 triliun), beserta tambahan US$75 juta (Rp1,2 triliun) di akhir tahun pertama, tergantung pada pemenuhan syarat-syarat tertentu.

• XLSmart akan memanfaatkan jaringan, keahlian, dan sumber daya dari para pemegang saham untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Selain itu, merger ini diharapkan menghasilkan sinergi biaya yang signifikan, dengan estimasi sinergi sebelum pajak sebesar US$300 juta (Rp4,7 triliun) sampai US$400 juta (Rp6,3 triliun) setelah selesainya proses integrasi jaringan strategis serta optimalisasi sumber daya.

Aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel, namun masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham, serta ketentuan penutupan tertentu.

Apabila semua persetujuan dan ketentuan terpenuhi, penyelesaian proses merger diharapkan dapat terlaksana pada paruh pertama 2025.

Selama proses integrasi berjalan, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk memastikan transisi yang lancar bagi karyawan, pelanggan, dan mitra serta memberikan pembaruan secara rutin untuk meminimalkan gangguan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut