3 Rahasia Tersembunyi: Cara Manfaatkan AI untuk Bisnis

Illustrasi teknologi
Sumber :
  • Dok. Telkomsel

VoxPop – Saat ini, dunia bisnis menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Teknologi berkembang dengan pesat, tetapi banyak perusahaan di Indonesia masih tertinggal dalam adopsi kecerdasan buatan (AI).

img_title Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

Menurut riset McKinsey, AI generatif dapat menyumbang hingga $4,4 triliun setiap tahun dalam berbagai sektor. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil organisasi yang siap memanfaatkan potensi ini. Tidak adanya strategi yang jelas, kurangnya edukasi, dan resistensi internal sering kali menjadi penghambat utama. Bisakah bisnis Anda bertahan tanpa memanfaatkan AI?

Tanpa adopsi AI, perusahaan berisiko kehilangan daya saing. Karyawan yang kurang paham AI merasa tidak nyaman menggunakan teknologi ini dalam pekerjaan mereka. Survei Gallup menunjukkan bahwa hanya 6% karyawan yang merasa sangat nyaman menggunakan AI, sedangkan 32% sangat tidak nyaman. Ditambah lagi, bisnis yang gagal menerapkan AI secara efektif kehilangan peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, personalisasi pelanggan, dan pengambilan keputusan berbasis data.

img_title BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

Berikut adalah tiga rahasia yang dapat membantu perusahaan Anda memanfaatkan potensi AI secara maksimal:

1. Pahami Tingkat Kematangan AI di Organisasi Anda

img_title Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

Sebelum memulai, lakukan audit menyeluruh terhadap tingkat kematangan AI di perusahaan Anda. Pertama, evaluasi adopsi AI: Apakah penggunaan AI sudah selaras dengan misi dan visi perusahaan? Identifikasi area di mana AI dapat memberikan dampak signifikan. Kedua, analisis data yang tersedia. 

Pastikan data yang digunakan untuk aplikasi AI andal dan komprehensif, dengan memeriksa celah dalam ketersediaan, validitas, atau akurasi data. Selanjutnya, identifikasi hambatan internal seperti resistensi budaya atau keterbatasan keterampilan.

Terakhir, libatkan pakar eksternal untuk memberikan wawasan dan menyelenggarakan workshop bagi karyawan guna membangun pemahaman yang lebih baik. Langkah-langkah ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terhadap AI sebelum membuat rencana strategis.

Contohnya, perusahaan di Indonesia dapat mengidentifikasi peluang AI dalam sektor logistik atau e-commerce yang sedang berkembang pesat.

2. Selaraskan AI dengan Tujuan Bisnis Anda

Investasi AI harus sesuai dengan tujuan utama perusahaan. Anda dapat memulainya dengan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui personalisasi interaksi pelanggan, sehingga meningkatkan nilai pelanggan seumur hidup (customer lifetime value). Selain itu, optimalkan operasional melalui implementasi otomatisasi untuk mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Lebih lanjut, manfaatkan pengambilan keputusan berbasis data untuk meminimalkan risiko bisnis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut