Bijak Menyikapi Informasi BPA dari Medsos hingga Grup WhatsApp
- Pixabay.
Jakarta, VoxPop – Belakangan ini, rumor terkait bahaya Bisphenol A (BPA) dalam galon air minum sering kali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.
Klaim berlebih bahwa BPA dapat bermigrasi dari galon plastik ke dalam air dan membahayakan kesehatan manusia sering terdengar di berbagai media sosial (medsos), berita atau grup WhatsApp. Berikut beberapa penjelasan menarik dari para pakar:
BPA dan Galon
BPA (Bisphenol A) adalah senyawa kimia yang banyak digunakan dalam pembuatan plastik, terutama dalam produk-produk berbahan dasar polikarbonat, seperti botol minuman termasuk galon air.
BPA memungkinkan plastik menjadi lebih kuat dan transparan. Perlu diingat BPA pada galon hanya digunakan dalam jumlah yang sedikit dan di bawah ambang yang ditetapkan BPOM Kemenkes.
Jadi, bahaya BPA yang digembar-gemborkan menjadi rancu dengan bahaya BPA sebagai zat kimia yang berdiri sendiri.
BPA juga dapat ditemukan dalam banyak produk plastik sehari-hari lainnya, seperti botol plastik, wadah makanan, kertas print, perangkat otomotif, tutup botol, CD, peralatan elektronik bahkan kemasan makanan kaleng dan sediaan medis dan lain-lain.
Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Ngabila Salama, menegaskan kendati BPA ditemukan di berbagai banyak benda, namun masih aman digunakan, termasuk pada galon.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena meminum air dari galon tersebut tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan," kata dia, Jumat, 17 Januari 2025.
Migrasi terbantahkan
Kekhawatiran migrasi BPA dari galon ke air sudah terbantahkan melalui berbagai penelitian, seperti yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Islam Makassar (UIM) dan dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ketiga penelitian yang dilakukan tidak menemukan migrasi BPA dari galon polikarbonat ke dalam air.
Kepala Program Studi Kimia Universitas Islam Makassar (UIM) Endah Dwijayanti mengatakan, pemberitaan yang mempertanyakan keamanan air minum galon terkait adanya luruhan BPA dari kemasan membuat resah masyarakat. Penelitian terhadap galon air minum dalam kemasan tidak mendeteksi adanya migrasi BPA ke dalam air.
"Kami mengumpulkan beberapa sampel galon guna ulang dari lima titik di lima kecamatan, lalu kami uji kandungan BPA-nya. Setelah dianalisis dengan instrumen GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) hasilnya negatif, menunjukkan tidak ada kandungan BPA yang terdeteksi dalam air galon," katanya.
