Jangan Gegabah Otak-atik TKDN

Pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47.
Sumber :
  • (Foto AP/Julia Demaree Nikhinson, Pool)

Jakarta, VoxPop – Indonesian Digital and Cyber Institute (IDCI) menawarkan solusi jangka panjang terkait rencana pemerintah untuk merelaksasi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS).

img_title Pacu TKDN di Industri RI, Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Secara Lokal

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah dinilai perlu untuk mulai mengembangkan pendekatan TKDN 2.0, yakni model penghitungan nilai lokal yang tidak hanya berfokus pada komponen fisik, tetapi juga memperhitungkan penguasaan kekayaan intelektual, kontribusi terhadap riset lokal, dan dampaknya terhadap ekosistem inovasi nasional.

"Dalam kerangka ini, insentif relaksasi dapat digunakan sebagai alat diplomasi ekonomi yang juga memperkuat fondasi kemandirian, bukan sekadar membuka pasar bagi teknologi asing,” kata Direktur Eksekutif IDCI Yayang Ruzaldy, Kamis, 10 April 2025.

img_title Jangan Cuma Jualan Mobil Listrik, Pemerintah Minta Pabrikan Perbanyak Komponen Lokal

Seperti diketahui, pemerintah tengah menyiapkan paket perundingan Non-Tarif Measure (NTMs) melalui relaksasi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor TIK terhadap AS.

IDCI menilai langkah tersebut merupakan respons cepat dan strategis atas kebijakan tarif resiprokal 32 persen yang dikenakan AS terhadap Indonesia.

img_title Harga Kendaraan Listrik Bakal Turun di Indonesia? Ini Sinyalnya

Kebijakan itu menjadi titik balik penting dalam hubungan ekonomi bilateral, sekaligus menjadi ujian bagi ketahanan dan kemandirian ekonomi digital Indonesia di tengah ketegangan geopolitik dan perang dagang global.

Yayang mengatakan sebenarnya pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan jalur diplomasi dan menghindari retaliasi menunjukkan kepemimpinan yang pragmatis dan pro-investasi.

“Dengan memilih jalur diplomasi dan menghindari retaliasi, pemerintah berusaha menjaga iklim investasi tetap kondusif dan membuka peluang kerja sama teknologi dengan perusahaan-perusahaan besar AS, seperti Microsoft, Oracle, Apple, dan General Electric," kata dia.

Meski begitu, pelonggaran TKDN dapat membuka pintu bagi percepatan infrastruktur digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan ekosistem startup nasional.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa di sisi lain kebijakan tersebut mengandung risiko strategis. TKDN yang dilonggarkan tanpa kerangka kerja jangka panjang berpotensi mengakibatkan industri lokal kehilangan daya saing.

Yayang mengatakan TKDN tidak hanya menjadi alat regulasi, tetapi juga menjadi instrumen pengembangan industri lokal, pendorong transfer teknologi, dan mekanisme untuk menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan kemampuan riset dalam negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut