Menghapus Foto Profil WhatsApp atau Deaktivasi Instagram saat Alami Tekanan Emosional, Ini 5 Maknanya Menurut Psikologi

Ilustrasi menghapus foto profil WhatasApp
Sumber :

Jakarta, VoxPop – Pernah melihat seseorang yang tiba-tiba menghapus foto profil WhatsApp-nya? Atau mendadak menghilang dari Instagram tanpa kabar?

img_title Mengapa Membeli Merchandise Favorit Bisa Membuat Mood Lebih Baik?

Bisa jadi mereka sedang mengalami tekanan emosional atau kondisi mental yang tidak stabil.

Fenomena "digital withdrawal" atau menghilang dari media sosial saat menghadapi masalah bukanlah hal yang langka. 

img_title 3 HP Murah untuk Pedagang Online: Andal untuk WhatsApp, QRIS, dan Marketplace

Menurut para ahli, tindakan ini bukan sekadar drama atau mencari perhatian, tapi bisa jadi mekanisme pertahanan psikologis untuk mengatasi emosi yang tidak nyaman.

Instagram

Photo :
  • Unsplash
img_title Mengapa Erling Haaland Dikagumi Banyak Orang? Sains Punya Jawabannya

1. Bentuk Coping Mechanism: Menjauh untuk Menenangkan Diri

Psikolog klinis Tasya Amelia, M.Psi menjelaskan bahwa banyak orang memilih menjauh dari media sosial sebagai bentuk coping mechanism, yaitu strategi untuk meredam stres atau beban pikiran.

“Media sosial bisa menjadi pemicu tambahan stres. Dengan menonaktifkan akun atau menghapus foto profil, seseorang menciptakan ruang aman untuk memproses emosinya,” ujar Psikolog Tasya dikutip dari Hello Sehat.

Ini terutama berlaku bagi mereka yang merasa overwhelmed oleh informasi, tekanan sosial, atau bahkan perasaan tidak ingin terlihat "baik-baik saja" di depan orang lain.

2. Bentuk Komunikasi Emosional Non-Verbal

Menghapus foto profil atau menghilang tanpa kata bisa juga menjadi bentuk komunikasi non-verbal. Menurut artikel Psychology Today oleh Dr. Guy Winch (2020), tindakan ini kadang merupakan cara tidak langsung untuk mengatakan, "Saya sedang tidak baik-baik saja."

“Banyak orang kesulitan mengekspresikan emosinya secara langsung, sehingga mereka menggunakan sinyal digital sebagai kode emosi,” tulis Dr. Winch seperti dilansir Psychology Today.

Dalam konteks ini, menghapus jejak digital bisa dimaknai sebagai permintaan diam-diam untuk diperhatikan, atau minimal dihargai ruang privasinya.

3. Self-Protection dari Tekanan Sosial dan Perbandingan

Media sosial kerap jadi arena perbandingan yang tidak sehat. Melihat pencapaian orang lain, hubungan yang tampak bahagia, atau gaya hidup ideal bisa memperparah kondisi mental seseorang yang sedang rapuh.

Sebuah studi oleh Royal Society for Public Health UK (2017) menemukan bahwa Instagram merupakan platform media sosial paling berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak muda, terutama terkait body image, FOMO, dan kecemasan sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut