Potensi Besar Keju di Indonesia, Siap-siap Cuan

Ilustrasi keju.
Sumber :
  • Pexels/Alexy Almond

Jakarta, VoxPopIndonesia memiliki potensi besar dalam industri keju. Konsumsi keju per kapita di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain, namun kondisi ini justru membuka peluang pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

img_title Kuasa Usaha Kedubes AS di Jakarta Akui Jatuh Cinta pada Rendang Indonesia

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Mulia Boga Raya (MBR), Dede Patmawidjaja. “Meskipun konsumsi keju masyarakat Indonesia saat ini masih relatif rendah, kami melihat ini sebagai ruang besar untuk tumbuh. Potensi pasar keju di Indonesia masih sangat luas,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengaku jika produsen keju merek Prochiz tersebut tidak hanya fokus menjadi pembuat, namun juga terus berupaya menjadi pelopor dalam mendorong edukasi konsumsi keju di tengah masyarakat.

img_title World Chiz Day 2025: 5 Cara Kreatif Nikmati Keju Bersama Anak

“Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai manfaat, keberagaman dan kelezatan, serta menjadikan keju sebagai bagian dari gaya hidup dan masakan sehari-hari masyarakat Indonesia,” tutur Dede.

PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR), anak usaha PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), hingga kini memiliki lebih dari 19 varian produk Prochiz dan 2 produk dari Top Chiz. Beberapa di antaranya yakni Prochiz Premium Cheddar, Gold, Spready, Mozzarella, Quick Melt, Mayo, serta lini Top Chiz lainnya.

img_title Resep Makanan Bola-bola Keju Dijamin Enak, Cocok untuk Camilan dan Ide Jualan

Berdasarkan data Nielsen pada 2024, Prochiz menjadi merek keju paling unggul di Indonesia dan telah diekspor ke negara-negara di kawasan Asia.

Hal ini juga dapat terlihat dari kinerja MBR di kuartal I-2025 yang menunjukkan hasil positif dengan penjualan bersih mencapai Rp368,73 miliar, naik dari penjualan bersih Rp339,08 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan laba periode berjalan naik menjadi Rp55,58 miliar dari laba periode berjalan Rp40,08 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk meningkatkan kinerjanya, memasuki 2025, MBR berkomitmen untuk memperkuat jalur distribusi, memperluas pangsa pasar, serta terus mendorong inovasi produk sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, perusahaan berencana mulai membangun fasilitas produksi baru yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat pada tahun ini, dengan target penyelesaian hingga 2028.

Pabrik baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi serta efisiensi operasional perusahaan, sekaligus menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang MBR dalam menghadapi dinamika industri pangan yang semakin kompetitif.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut