Anak-anak Zaman Now Diprediksi Hadapi Bumi yang Hampir Tak Layak Huni

Ilustrasi Bumi.
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, VoxPop – Bagi banyak orangtua, kelahiran seorang anak adalah awal dari harapan dan masa depan cerah.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Namun, sebuah studi iklim terbaru justru memberikan gambaran yang sangat suram: anak-anak yang lahir saat ini akan tumbuh dalam kondisi lingkungan yang jauh lebih buruk daripada generasi sebelumnya—mungkin yang terburuk dalam sejarah umat manusia.

Iklim Ekstrem Jadi "Mainan Sehari-hari"

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Studi yang diterbitkan oleh tim ilmuwan dari European Environmental Agency dan dipublikasikan di Nature Climate Change menunjukkan bahwa bayi yang lahir pada 2025 diprediksi akan menghadapi lima hingga tujuh kali lebih banyak bencana iklim besar selama hidup mereka dibandingkan dengan mereka yang lahir pada 1960-an.

Itu termasuk:

img_title 3 Hal Ini Jadi Sorotan China dalam Tantangan Tata Kelola Iklim Global

- Gelombang panas mematikan

- Kekeringan ekstrem

- Kebakaran hutan luas

- Banjir besar dan naiknya permukaan laut

- Krisis pangan akibat gagal panen

“Anak-anak yang lahir hari ini tidak hanya akan menjadi saksi, tetapi juga korban utama dari ketidakadilan iklim global,” ujar Dr. Elise Kramer, pakar iklim dan penulis utama studi tersebut.

Masa Depan yang Tak Lagi Hijau

Para peneliti juga menyoroti bahwa anak-anak dari negara-negara berkembang—yang justru paling sedikit berkontribusi terhadap emisi karbon global—akan mengalami dampak terburuk.

Sementara negara-negara industri, yang memiliki jejak karbon lebih besar, masih memiliki sumber daya untuk beradaptasi, anak-anak di Asia Selatan, Afrika Sub-Sahara, dan wilayah Pasifik akan menghadapi krisis eksistensial yang parah.

Harapan Masih Ada, Tapi Waktunya Hampir Habis

Meski terdengar seperti akhir dunia, para ilmuwan menegaskan bahwa ini bukan nubuatan tak terelakkan. Dengan kebijakan drastis untuk menurunkan emisi karbon hingga nol bersih dalam dua dekade ke depan, sebagian besar kerusakan masih bisa dikurangi. Namun, waktu untuk bertindak sangat terbatas.

“Kita berada di titik balik sejarah umat manusia,” tambah Dr. Kramer. “Setiap keputusan yang diambil hari ini akan menentukan dunia seperti apa yang akan diwarisi oleh anak-anak kita.”

Apa yang Bisa Kamu Lakukan?

- Kurangi jejak karbon pribadi: gunakan transportasi publik, kurangi konsumsi daging, hemat energi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut