Skandinavia Bukan Sekadar Gaya tapi Filosofi Hidup

Negara Skandinavia, Swedia.
Sumber :
  • BusinessInsider

Jakarta, VoxPop – Istilah "Scandinavian" merujuk pada sekelompok negara di Eropa Utara yang berbagi karakteristik budaya, sejarah, dan bahasa yang serupa. Secara geografis, Skandinavia mencakup tiga kerajaan, yakni Denmark, Norwegia, dan Swedia.

img_title Daftar Tim Tersingkir di Piala Dunia 2026 Bertambah, Swedia Jadi Korban Terbaru

Namun, dalam konteks yang lebih luas, istilah ini sering kali juga mencakup Finlandia dan Islandia, yang bersama-sama membentuk negara-negara Nordik.

Asal-usul kata "Scandinavian" sendiri berasal dari istilah Latin "Scandi-" yang merujuk pada wilayah Skåne di Swedia selatan. Seiring waktu, istilah ini berkembang untuk mencakup seluruh wilayah Nordik.

img_title Hasil Prancis Vs Swedia di Piala Dunia 2026: Mbappe Cetak Brace, Les Bleus Menang 3-0

Penting untuk dicatat bahwa meskipun istilah "Scandinavian" dan "Nordic" sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan teknis.

Skandinavia tidak hanya merujuk pada lokasi geografis, tetapi juga mencerminkan identitas budaya yang khas.

img_title Sedang Berlangsung! Ini Link Live Streaming Prancis Vs Swedia di Piala Dunia 2026

Identitas ini ditandai oleh nilai-nilai seperti kesederhanaan, fungsionalitas, kesetaraan, dan hubungan yang erat dengan alam.

Gaya hidup Skandinavia telah menarik perhatian global karena pendekatan uniknya terhadap desain, kesejahteraan sosial, dan keseimbangan hidup.

Dalam dunia modern, "Scandinavian" telah menjadi sinonim dengan estetika desain yang bersih dan minimalis, sistem kesejahteraan sosial yang maju, dan pendekatan hidup yang menekankan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.

Konsep-konsep seperti "hygge" dari Denmark, "lagom" dari Swedia, dan "sisu" dari Finlandia telah menjadi tren global, mencerminkan daya tarik filosofi dan gaya hidup Skandinavia.

Apa ciri khas dan karakteristik yang membuat desain Skandinavia begitu memikat dan makin diminati? Fenomena ini sejalan dengan perkembangan pasar properti di Indonesia, yang kini menjadi incaran wisatawan dan investor mancanegara.

Mordor Intelligence melaporkan, Pasar Properti di Indonesia diperkirakan mencapai US$68,55 miliar pada 2025, dan diharapkan sebesar US$90,96 miliar pada 2030, dengan compounded annual growth rate (CAGR) sebesar 5,82 persen selama periode perkiraan (2025-2030).

Sektor properti Indonesia telah menjadi salah satu landasan pembangunan ekonomi, dengan angka resmi dari Statistik Indonesia menunjukkan bahwa kontribusi PDB dari kegiatan properti mencapai Rp488,31 triliun (US$31 miliar) pada 2022.

Pendiri dan Kepala Eksekutif Core Concept Living, Shanny Poijes, membeberkan bahwa gaya desain Skandinavia bisa dipadukan secara sempurna dengan jiwa lokal atau tradisional.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut