Curhat Pelaku Industri soal Dampak AI

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Sejumlah pelaku industri telekomunikasi dan teknologi menyebut sejumlah dampak pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh perusahaan.

img_title 3 Aplikasi AI yang Memudahkan untuk Pelajaran Sekolah 2026: Solusi Cerdas Mengatur Jadwal, Tugas, dan Catatan

Director and Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, mengakui dampak dari pemanfaatan AI terhadap perusahaannya.

“Kami melihat jika belakangan ini ada kenaikan penggunaan AI. Kami telah memanfaatkan AI untuk sisi operasional maupun bisnis,” kata dia di Jakarta.

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Hal senada juga diungkapkan Chief Enterprise Business Officer XLSmart for Business, Feby Sallyanto, yang menyebut ada enam dampak yang dialami perusahaannya saat mengadopsi AI.

"Mulai dari efisiensi tim penjualan, strategi pemasaran yang lebih cerdas, dan juga enchance home productivity. Selain itu, penguatan produk enterprise fiber to the X, AI Led network dicision, hingga produktivitas SDM," jelasnya.

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

Trihan Marsudi, selaku GM Network Digitalization and Analytic Platform Telkomsel, menjelaskan bahwa perlu adanya AI untuk mengontrol produk hingga membantu para pelanggannya.

"Pelanggan kami yang lebih dari 150 juta tentu sangat sulit jika harus dipantau secara manual. Dengan bantuan AI, kami bisa cepat memantau jaringan hingga perbaikan yang cepat jika ada masalah," ungkap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Aju Widya Sari, menegaskan jika kecerdasan buatan atau AI berpotensi secara signifikan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat sehingga berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia termasuk transformasi pada industri.

"Pertanyaan yang timbul saat ini bukan lagi apakah kita akan memanfaatkan AI, melainkan sejauh mana kita bisa memaksimalkan potensi AI secara inklusi dan strategis," tuturnya.

Aju menambahkan industri yang saat ini diproyeksikan akan mendapatkan manfaat paling besar dari revolusi AI mencakup sektor kesehatan melalui diagnosa berbasis AI, pengembangan obat lebih cepat, dan telemedicine yang dipersonalisasi, sektor pertanian melalui pemanfaatan hasil panen, prediksi cuaca, dan otomatisasi irigasi berbasis data.

"Di sisi lain, kami juga ingin membuat regulasi AI yang mampu melindungi semua pihak dari bahayanya kejahatan siber hingga pencurian data," papar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut