Mega-tsunami Terungkap Satelit NASA
- pixabay
Diluncurkan pada Desember 2022, satelit tersebut menggunakan instrumen yang disebut Ka-band Radar Interferometer (KaRIn) untuk memetakan 90 persen air di seluruh permukaan laut.
KaRIn bekerja dengan menggunakan dua antena yang dipasang melintang pada setiap sisi satelit untuk melakukan triangulasi sinyal balik pulsa radar dengan akurasi yang belum pernah ada sebelumnya — mengukur ketinggian air dengan resolusi hingga 8,2 kaki (2,5 meter) sepanjang busur 30 mil (50 kilometer).
Data SWOT yang diambil di atas fjord selama dua mega-tsunami mengungkap dua lereng lintas saluran yang bergerak ke arah berlawanan di antaranya, yang mengonfirmasi keberadaannya.
Pengamatan seismik yang dilakukan ribuan mil jauhnya, bersama dengan pembacaan cuaca dan pasang surut, semakin memungkinkan para peneliti untuk merekonstruksi gelombang dan menghubungkannya secara meyakinkan dengan sinyal seismik misterius.
"Studi ini adalah contoh bagaimana data satelit generasi berikutnya dapat memecahkan fenomena yang masih menjadi misteri di masa lalu. Kita akan bisa mendapatkan wawasan baru tentang kondisi ekstrem di lautan seperti tsunami, gelombang badai, dan gelombang aneh," ungkap Thomas Adcock, seorang profesor ilmu teknik di Universitas Oxford.
Akan tetapi, untuk mendapatkan hasil maksimal dari data ini, para ilmuwan perlu berinovasi dan menggunakan pembelajaran mesin serta pengetahuan tentang fisika lautan untuk menginterpretasikan temuan barunya tersebut.
