Waspada! Asisten AI seperti Siri, Microsoft Copilot dan ChatGPT Bisa Jadi Mata-mata di Ponselmu
- dok. Apple
Jakarta, VoxPop – Appdome mengumumkan peluncuran plugin pertahanan dinamis terbaru untuk mendeteksi dan melindungi dari Malware AI Agentik dan Asisten AI tidak sah yang mencoba mengendalikan perangkat serta aplikasi Android dan iOS.
Plugin Detect Agentic AI Malware yang baru memungkinkan brand dan perusahaan seluler untuk mengetahui secara langsung saat aplikasi AI Agentik berinteraksi dengan aplikasi seluler mereka, serta menggunakan data tersebut untuk mencegah kebocoran data sensitif dan memblokir Agen AI di perangkat yang tidak diverifikasi agar tidak dapat mengakses data dan layanan terkait transaksi, akun, atau data internal perusahaan.
Asisten AI Agentik—seperti , Google Gemini, Microsoft Copilot, OpenAI ChatGPT, dan lainnya—semakin banyak tersedia bagi pengguna seluler di lingkungan konsumen maupun perusahaan. Namun, kemampuan yang membuat Asisten AI bermanfaat bagi konsumen dan karyawan juga dapat dimanfaatkan oleh Malware AI Agentik dan Trojan.
Baik asisten AI yang sah maupun yang berbahaya dapat memperoleh akses luas saat aplikasi berjalan, termasuk ke layar konten, overlay antarmuka pengguna (UI; User Interface), alur aktivitas, interaksi pengguna, dan data kontekstual.
Asisten AI berbahaya dapat mengeksploitasi akses ini untuk melakukan pengumpulan data, pembajakan sesi, dan pengambilalihan akun—sering kali dengan menyamar sebagai fungsi AI yang sah.
Di Android, risiko ini diperparah oleh API yang lebih terbuka. Di iOS, ancaman meluas ke kebocoran berbasis mirroring (seperti melalui AirPlay) dan pengintaian yang menyasar lingkungan perusahaan.
“Plugin Detect Agentic AI Malware terbaru kami memberikan pilihan dan kendali kepada brand dan perusahaan seluler untuk menentukan kapan dan bagaimana mereka ingin menghadirkan fungsi Asisten AI kepada pengguna mereka,” kata Tom Tovar, salah satu pencipta sekaligus CEO Appdome.
Asisten AI Agentik semakin diminati baik untuk penggunaan internal di lingkungan perusahaan maupun untuk layanan konsumen secara luas.
Namun, dalam kasus penggunaan layanan konsumen, seperti aplikasi perbankan, dompet digital (eWallet), dan layanan kesehatan, beberapa brand mungkin menilai bahwa, untuk saat ini, risikonya lebih besar daripada manfaatnya.
