Pemerintah Dorong Pengembangan AI yang Berdaulat untuk Indonesia
- FMB9
Risiko penyalahgunaan teknologi juga menjadi sorotan, terutama terkait keamanan data dan maraknya deepfake. Nezar mengingatkan bahwa model AI bekerja dengan mempelajari data sehingga masyarakat perlu berhati-hati mengunggah foto atau dokumen sensitif.
Ia menyebut konten deepfake memiliki dampak sosial besar karena dapat meniru wajah atau suara seseorang dalam konteks yang tidak pernah dilakukan. Risiko ini dinilai dapat mengganggu stabilitas sosial ketika digunakan untuk pornografi, ujaran permusuhan, atau manipulasi politik.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memperkuat kolaborasi dengan platform digital dan aparat penegak hukum. Upaya ini termasuk dorongan penggunaan alat deteksi konten AI dan standar autentikasi metadata pada platform.
Nezar menegaskan bahwa pengembangan AI harus dilihat sebagai perjalanan kolektif menuju masa depan digital nasional. “Kita harus menciptakan AI yang berdaulat, menguasai teknologinya, bukan hanya menjadi penonton,” pungkasnya.
