Grok Batasi Fitur AI Jadi Berbayar Usai Kontroversi 'Digital Undressing’, Elon Musk Tuai Kritik Global
- X
Seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengkritik langkah X tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusan itu hanya mengubah fitur AI yang memungkinkan pembuatan gambar ilegal menjadi layanan premium.
Di Amerika Serikat, sekelompok senator bahkan mengirim surat kepada Apple dan Google, mendesak agar aplikasi X dan Grok dihapus dari toko aplikasi mereka. Alasannya, platform tersebut dinilai melanggar kebijakan distribusi toko aplikasi terkait konten berbahaya.
Di tengah gelombang kritik dan tekanan regulator, eksekutif X, termasuk Elon Musk dan kepala produk Nikita Bier, menyampaikan bahwa platform tersebut justru mencatat tingkat keterlibatan pengguna tertinggi selama puncak kontroversi digital undressing berlangsung.
Di luar polemik tersebut, xAI mengumumkan telah menyelesaikan pendanaan Seri E, melampaui target awal US$15 miliar dan berhasil menghimpun US$20 miliar atau setara Rp334 triliun dari para investor.
Pendanaan besar ini menegaskan ambisi xAI untuk terus bersaing di industri kecerdasan buatan, meski dibayangi tantangan etika dan regulasi yang semakin ketat.
