Digitalisasi UMKM Tidak Cukup dengan Aplikasi

Ilustrasi digitalisasi.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Mulai dari transaksi digital hingga pencatatan keuangan, teknologi dinilai membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien.

img_title Fasilitasi 50 UMKM Sertifikasi Halal, Pertamina Dorong Perluasan Peluang Pasar

Meski demikian, pemanfaatan teknologi di kalangan UMKM belum sepenuhnya merata. Banyak pelaku usaha yang baru berada pada tahap awal digitalisasi dan masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapannya.

Tantangan yang paling sering dihadapi UMKM berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan akses layanan pendukung usaha. Keterbatasan literasi digital dan finansial membuat sebagian pelaku UMKM belum mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.

img_title Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia Bersama BRI

Kondisi tersebut mendorong munculnya pendekatan digital yang tidak hanya berfokus pada aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem pendukung. Dalam konteks ini, peran mitra lokal dan komunitas mulai mendapat perhatian sebagai penghubung antara teknologi dan pelaku usaha.

Salah satu model yang berkembang adalah kemitraan digital melalui BukuAgen, yang menyasar pelaku usaha di berbagai daerah. Model ini mengandalkan jaringan mitra untuk membantu UMKM mengakses layanan keuangan digital secara lebih dekat dan praktis.

img_title Dorong Ekosistem Digitalisasi Pengadaan, ICEF-IPFE 2026 Pertemukan Pelaku Usaha dengan 15 Ribu Buyer Pemerintah

BukuAgen merupakan bagian dari ekosistem yang dikembangkan oleh BukuWarung untuk mendukung aktivitas usaha mikro. Pendekatan ini mengombinasikan layanan transaksi, pembukuan digital, serta akses keuangan dalam satu jaringan mitra.

Direktur Strategi & Kemitraan BukuWarung, Romy Williams, menilai bahwa solusi teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional UMKM sehari-hari.

“Kami terus berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan operasional UMKM, mulai dari layanan pembayaran digital, penyediaan mesin EDC, hingga akses pembiayaan usaha dan pembukuan digital,” ujarnya, dikutip Selasa 27 Januari 2026.

Menurut Romy, pertumbuhan perusahaan tidak terlepas dari peran dan dedikasi para mitra di lapangan. Ia menegaskan bahwa penguatan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.

Pendekatan berbasis komunitas dinilai membantu mempercepat adopsi teknologi, terutama di daerah. Melalui interaksi antarmitra, pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman dan belajar dari praktik bisnis yang sudah berjalan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan komunitas, BukuWarung menyelenggarakan Gala Akbar BukuAgen 2026. Acara ini digelar pada Senin kemarin di Grand Mercure Harmoni, Jakarta, dan dihadiri mitra dari berbagai wilayah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut