'Tekan Tombol Reset' Lewat Detoks Digital

Ilustrasi detoks digital.
Sumber :
  • www.freepik.com/free-photo

Jakarta, VoxPop - Bulan Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi kesempatan untuk menata ulang kebiasaan dan memulai pola hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan lewat tekan tombol reset' (time to reset) di tengah ritme kehidupan urban atau perkotaan yang semakin cepat dan derasnya arus informasi digital.

img_title Ada yang Baru dari Garmin Forerunner

Hal ini mengacu pada laporan Gaya Hidup Sehat dan Wellness Lifestyle Indonesia 2025, terjadi pergeseran prioritas, khususnya di kalangan generasi muda.

Kesehatan tidak lagi dipahami sekadar bebas dari penyakit fisik, tetapi mencakup keseimbangan mental (mindfulness), pengelolaan konsumsi digital (digital wellbeing), serta kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan (eco-conscious living).

img_title Tiga Kader Muhammadiyah Gugat soal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri ke MK

Data menunjukkan bahwa konsep wellness saat ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni nutrisi sehat, aktivitas fisik rutin, kesehatan mental, serta hubungan sosial yang berkualitas.

Di saat yang sama, praktik digital wellbeing semakin populer, di mana masyarakat mulai mengelola waktu layar (screen time) dan melakukan detoks digital guna mengurangi stres dan kecemasan akibat konektivitas yang berlebihan.

img_title Mengenal 'Invisible Fatigue'

"Ramadan jadi momen terbaik untuk menekan tombol 'pause' dan melakukan reset menyeluruh, baik untuk tubuh, pikiran, maupun kebiasaan kita terhadap lingkungan," ungkap Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani, di Jakarta, Senin malam, 23 Februari 2026.

Lebih lanjut, Andra, sapaan akrabnya, mendorong teknologi Garmin membantu pengguna untuk lebih 'hadir' di momen nyata. Di antaranya memantau stres dengan lebih bijak, melakukan detoks digital, dan kembali terhubung dengan alam.

"'Time to reset' adalah ajakan untuk menggunakan teknologi agar kita bisa hidup lebih sehat dan lebih sadar, bukan sebaliknya," tegas dia.

Untuk itu, teknologi wearable berperan sebagai alat bantu yang mendukung kesadaran tersebut melalui fitur pemantauan kesehatan, pengguna dapat memahami kondisi tubuh secara lebih komprehensif dan membuat keputusan gaya hidup yang lebih bijak.

"Kami terus mendorong masyarakat untuk memulai langkah kecil, seperti memantau kualitas tidur melalui Advanced Sleep Monitoring, memahami tingkat energi tubuh melalui Body Battery, serta meluangkan waktu untuk latihan pernapasan (breathwork) guna membantu mengelola stres," jelas Andra.

Bank Saqu, Garmin Indonesia

Perluas Kemitraan, Bank Saqu Tawarkan Manfaat Eksklusif bagi Pelanggan Garmin Indonesia

Dengan QRIS Bank Saqu dan sumber dana dari Saku Utama, Saku Gajian atau Saku Transaksi, pelanggan Garmin bisa dapat diskon Rp 750.000 dengan minimum transaksi Rp 3 juta.

img_title
VoxPop.co.id
15 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut