Terungkap Ini Ciri Orang yang Suka Stalking Media Sosial, Anda Termasuk?

Ilustrasi media sosial.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Di era digital saat ini, penggunaan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari. Banyak orang menggunakannya untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga sekadar mengisi waktu luang. 

img_title Bikin Konten Viral Saja Tak Cukup, Kreator Kini Dituntut Punya Literasi Digital

Namun, ada juga perilaku yang cukup umum tetapi sering tidak disadari, yaitu kebiasaan “stalking” media sosial atau memantau akun orang lain secara berulang tanpa interaksi langsung.

Dalam kajian psikologi luar negeri, perilaku ini dikenal sebagai bentuk social media surveillance behavior. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut tidak selalu negatif, tetapi dapat mencerminkan kondisi emosional dan karakter tertentu seseorang. 

img_title Fenomena Diskon Besar di Industri Game, Bagaimana Promo Digital Membentuk Kebiasaan Belanja Gamer Modern

Faktor seperti rasa ingin tahu, kecemasan, hingga kebutuhan validasi sosial sering kali menjadi pemicunya. Berikut ini adalah ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang suka stalking media sosial, sebagaimana dilansir dari Psychology Today, Selasa, 7 April 2026.

1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

img_title 3 Aplikasi AI yang Sedang Mengubah Cara Orang Bekerja, dari ChatGPT hingga Canva Magic Studio

Orang dengan curiosity tinggi cenderung terdorong untuk mengetahui aktivitas orang lain di media sosial. Mereka tidak selalu memiliki tujuan tertentu, tetapi sekadar ingin tahu perkembangan kehidupan orang lain.

2. Rentan mengalami FOMO

Fear of Missing Out atau FOMO membuat seseorang merasa takut tertinggal informasi sosial. Akibatnya, mereka sering mengecek profil orang lain untuk memastikan tidak ada hal penting yang terlewat.

3. Sering melakukan social comparison

Individu yang gemar stalking media sosial biasanya juga memiliki kecenderungan membandingkan hidupnya dengan orang lain. Perbandingan ini bisa terkait karier, hubungan, gaya hidup, hingga pencapaian pribadi.

4. Memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa perilaku mengecek media sosial secara berulang dapat berkaitan dengan kecemasan dan overthinking. Orang tersebut merasa perlu mencari kepastian atau informasi tambahan secara terus menerus.

5. Membutuhkan validasi sosial

Sebagian orang melakukan stalking media sosial karena ingin memahami posisi mereka dalam lingkaran sosial. Mereka ingin tahu apakah masih diperhatikan atau diingat oleh orang tertentu.

6. Masih memiliki keterikatan emosional

Perilaku ini juga sering muncul pada hubungan yang belum benar benar selesai secara emosional, seperti mantan pasangan atau teman lama. Keterikatan emosional membuat seseorang sulit berhenti memantau kehidupan orang tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut