AI Kini Ikut Tentukan Anda Layak Ikut Lomba Lari atau Tidak

Garmin Fenix 8 Series.
Sumber :
  • Dok. Garmin

Jakarta, VoxPop – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak dimanfaatkan di sektor kesehatan, termasuk untuk membantu menilai kesiapan seseorang sebelum menjalani aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Teknologi ini mulai digunakan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar potensi risiko kesehatan dapat dikenali lebih awal.

img_title AI Mulai Masuk Pasar Mobil Bekas, Apa Untungnya Buat Konsumen?

Berbeda dengan pemeriksaan kesehatan konvensional, sistem berbasis AI mampu mengolah berbagai informasi yang diberikan pengguna untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih personal. Hasil analisis tersebut dapat menjadi acuan sebelum seseorang memutuskan mengikuti kompetisi olahraga atau menjalani latihan berat.

Perkembangan AI juga didukung oleh perangkat wearable yang kini semakin canggih. Smartwatch modern mampu merekam berbagai indikator kebugaran, mulai dari detak jantung, kualitas tidur, tingkat stres, hingga proses pemulihan tubuh setelah berolahraga.

img_title Xpeng Pamer Teknologi AI Lewat X9 dan G6 Pro AWD

Data tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami pengguna. Beberapa perangkat bahkan mampu memberikan gambaran mengenai kesiapan tubuh untuk berlatih, memperkirakan waktu pemulihan, hingga membantu menyusun program latihan yang lebih terukur.

Kombinasi AI dan perangkat wearable membuat pengambilan keputusan terkait olahraga semakin berbasis data. Pengguna tidak lagi hanya mengandalkan insting, tetapi juga analisis teknologi untuk mengetahui kapan tubuh siap dipacu atau justru membutuhkan waktu istirahat.

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Meski demikian, AI tetap berfungsi sebagai alat bantu dan bukan pengganti tenaga medis. Pengguna yang memiliki kondisi kesehatan tertentu tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengikuti aktivitas fisik berintensitas tinggi.

Pemanfaatan teknologi tersebut mulai diterapkan dalam ajang Garmin Run Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 20 September di ICE BSD, Tangerang. Penyelenggara menggandeng Halodoc untuk menghadirkan HILDA, asisten kesehatan berbasis AI yang digunakan dalam proses pre-screening kesehatan seluruh peserta sebelum perlombaan.

Melalui sistem tersebut, peserta diminta mengisi informasi terkait kondisi kesehatannya. AI kemudian membantu memberikan rekomendasi berdasarkan data yang tersedia sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai kesiapan fisiknya sebelum berada di garis start.

Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, mengatakan penerapan teknologi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berlari yang lebih aman sekaligus nyaman bagi seluruh peserta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut