Deretan Profesi yang Sudah Mulai Digantikan Robot, dari Kasir hingga Customer Service

Ilustrasi robot dan manusia bekerja bersama
Sumber :
  • Freepik

VoxPop – Kehadiran robot dan kecerdasan buatan (AI) bukan lagi sekadar gambaran masa depan. Di berbagai negara, teknologi ini telah digunakan untuk mengambil alih sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia. Mulai dari kasir di pusat perbelanjaan hingga petugas layanan pelanggan, otomatisasi terus berkembang demi meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya operasional.

img_title Bagaimana AI Mengubah Industri Game? Dari Musuh Adaptif hingga Dunia yang Terus Berkembang Tanpa Skrip

Laporan World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025, dikutip VoxPop Kamis, 16 Juli 2026, mengungkapkan bahwa perkembangan AI, robotika, dan sistem otomatis diperkirakan akan menjadi salah satu faktor terbesar yang mengubah pasar kerja global hingga tahun 2030. WEF memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan akan tergeser, namun di sisi lain muncul sekitar 170 juta pekerjaan baru, sehingga terjadi peningkatan bersih sekitar 78 juta lapangan kerja.

Artinya, bukan semua pekerjaan akan hilang. Namun, profesi yang didominasi tugas berulang (routine) menjadi yang paling rentan digantikan mesin.

img_title 3 Aplikasi AI yang Sedang Mengubah Cara Orang Bekerja, dari ChatGPT hingga Canva Magic Studio

1. Kasir Ritel

Profesi kasir menjadi salah satu contoh paling nyata. Supermarket, minimarket, hingga toko serba ada di berbagai negara mulai mengandalkan self-checkout, kios pembayaran otomatis, dan sistem pembayaran berbasis sensor.

img_title 3 HP Murah untuk Pemasaran Digital 2026, Pilihan Terbaik agar Bisnis Tetap Produktif Tanpa Boros Anggaran

Teknologi tersebut memungkinkan pelanggan memindai sendiri barang belanjaan tanpa bantuan kasir. Bahkan beberapa toko modern telah mengembangkan sistem "Just Walk Out" yang memungkinkan pembeli langsung keluar tanpa proses pembayaran di meja kasir.

WEF memasukkan Cashiers and Ticket Clerks sebagai salah satu pekerjaan dengan penurunan terbesar hingga 2030 akibat digitalisasi dan otomatisasi.

2. Customer Service

Layanan pelanggan juga mengalami perubahan besar. Kini banyak perusahaan menggunakan AI chatbot, voice bot, hingga asisten virtual yang mampu menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 jam.

Robot percakapan tersebut dapat menangani pertanyaan sederhana seperti pengecekan pesanan, informasi produk, hingga proses pengembalian barang tanpa campur tangan manusia.

Meski begitu, kasus yang lebih kompleks tetap memerlukan agen manusia karena membutuhkan empati, negosiasi, dan pengambilan keputusan yang lebih fleksibel. Sejumlah pengamat menilai AI saat ini lebih banyak mengotomatisasi tugas rutin dibanding menggantikan seluruh peran customer service.

3. Petugas Input Data

Pekerjaan memasukkan data termasuk profesi yang paling mudah diotomatisasi karena sifatnya berulang dan memiliki aturan yang jelas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut