HP Murah Kini Semakin Berumur Panjang, Inilah Teknologi yang Membuat Smartphone Terjangkau Lebih Andal
- Freepik
VoxPop – Dulu, smartphone murah identik dengan performa pas-pasan, cepat melambat, dan hanya mampu bertahan dua hingga tiga tahun. Namun, kondisi tersebut mulai berubah. Pada 2026, berbagai produsen menghadirkan teknologi yang sebelumnya hanya tersedia di ponsel kelas menengah dan flagship ke perangkat dengan harga jauh lebih terjangkau.
Mulai dari chipset yang lebih hemat daya, pembaruan sistem operasi lebih panjang, baterai yang semakin awet, hingga penyimpanan berkecepatan tinggi, semua berkontribusi membuat HP murah kini memiliki umur pakai yang lebih lama.
Lantas, teknologi apa saja yang menjadi penyebabnya?
Chipset Lebih Efisien Berkat Fabrikasi Modern
Salah satu perubahan terbesar datang dari sektor prosesor. Chipset kelas entry-level terbaru kini diproduksi menggunakan proses fabrikasi yang lebih kecil dibanding beberapa tahun lalu. Teknologi ini membuat konsumsi daya menjadi lebih hemat, suhu perangkat lebih stabil, sekaligus meningkatkan performa saat menjalankan aplikasi maupun game ringan.
Produsen seperti Qualcomm dan MediaTek, dikutip VoxPop Rabu, 22 Juli 2026, juga mulai menghadirkan fitur kecerdasan buatan (AI) dasar pada chipset murah untuk membantu pemrosesan kamera, penghematan daya, hingga optimalisasi kinerja aplikasi.
Masa Dukungan Software Semakin Panjang
Jika dahulu HP murah hanya memperoleh pembaruan sistem operasi selama satu atau dua tahun, kini banyak produsen mulai memberikan dukungan yang jauh lebih lama.
Beberapa merek menawarkan hingga empat kali pembaruan Android serta pembaruan keamanan selama lima hingga enam tahun untuk model tertentu. Kebijakan ini membuat perangkat tetap aman digunakan dan kompatibel dengan aplikasi terbaru lebih lama dibanding generasi sebelumnya.
Dukungan software yang panjang menjadi salah satu faktor utama yang memperpanjang usia pakai smartphone.
Penyimpanan Lebih Cepat
Kemajuan lain terlihat pada media penyimpanan. Kini semakin banyak HP murah yang menggunakan memori internal UFS, menggantikan teknologi eMMC pada sejumlah model. Kecepatan baca dan tulis yang lebih tinggi membuat proses membuka aplikasi, memindahkan file, hingga menjalankan pembaruan sistem terasa lebih responsif.
Kapasitas RAM juga meningkat. Konfigurasi 6 GB hingga 8 GB kini mulai umum ditemukan pada smartphone dengan harga yang semakin terjangkau, membantu menjaga performa multitasking tetap lancar.
