Membongkar Tren Dunia Kerja 2026–2030, Profesi Lama Berubah dan Karier Baru Bermunculan

Ilustrasi profesi kerja
Sumber :
  • Pexels/Felicity Tai

VoxPop – Dunia kerja sedang memasuki babak baru. Jika dahulu perubahan profesi berlangsung secara bertahap, kini perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, digitalisasi, hingga transisi menuju ekonomi hijau membuat transformasi terjadi jauh lebih cepat.

img_title 10 Keunggulan Aplikasi AI dalam Dunia Kerja, Dari Menyusun Strategi hingga Membantu Pengambilan Keputusan Lebih Cepat

Laporan terbaru World Economic Forum (WEF), dikutip VoxPop Kamis, 23 Juli 2026, memperkirakan bahwa hingga 2030 akan terjadi pergeseran besar pada pasar tenaga kerja global. Sekitar 170 juta pekerjaan baru diproyeksikan muncul, sementara 92 juta pekerjaan diperkirakan tergeser akibat perubahan teknologi dan ekonomi.

Secara keseluruhan, dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan bersih sekitar 78 juta pekerjaan baru. Namun, jenis pekerjaan yang dibutuhkan akan sangat berbeda dibanding saat ini.

img_title Analisis Mendalam Aplikasi AI 2026, Teknologi yang Sedang Mengubah Cara Dunia Bekerja Lebih Cepat dari Perkiraan

AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Sekadar Menggantikan Pekerjaan

Perkembangan AI sering dikaitkan dengan hilangnya lapangan kerja. Namun, berbagai penelitian menunjukkan kenyataannya lebih kompleks.

img_title Tes Insolvensi Wajib Dinilai Mampu Lindungi Perusahaan Sehat dari Pailit Prematur, Begini Penjelasannya

McKinsey Global Institute menjelaskan bahwa AI lebih banyak mengubah aktivitas dalam sebuah profesi daripada menghapus profesinya secara keseluruhan. Banyak tugas administratif, analisis rutin, hingga penyusunan dokumen kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan AI.

Akibatnya, pekerja dituntut untuk beralih dari pekerjaan yang bersifat repetitif menuju aktivitas yang membutuhkan kreativitas, penalaran, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Profesi Lama Mulai Berevolusi

Beberapa profesi yang telah lama dikenal tidak akan hilang, tetapi akan mengalami perubahan besar.

Misalnya, tenaga administrasi kini semakin banyak menggunakan AI untuk membuat laporan, merangkum dokumen, hingga mengelola data. Di bidang pemasaran, AI membantu membuat konsep kampanye, sementara manusia lebih berperan dalam menyusun strategi dan memahami perilaku konsumen.

Hal serupa juga terjadi pada dunia pendidikan, kesehatan, hukum, keuangan, hingga manufaktur. AI menjadi alat pendukung, sedangkan manusia berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan empati, penilaian, dan tanggung jawab.

Karier Baru Bermunculan

Di sisi lain, transformasi teknologi juga melahirkan berbagai profesi baru. Selain AI Engineer, perusahaan mulai mencari AI Trainer, AI Prompt Specialist, AI Automation Consultant, AI Auditor, AI Security Analyst, hingga AI Ethics and Governance Specialist.

Tidak hanya itu, kebutuhan terhadap analis data, spesialis keamanan siber, pengembang robotika, ahli energi terbarukan, dan profesional keberlanjutan juga diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan ekonomi hijau.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut