HP Murah Sedang Mengalami Revolusi Besar, Performa Tinggi Kini Tidak Lagi Identik dengan Harga Mahal
- Pexels/Emmanuel Jason Eliphalet
VoxPop – Pasar smartphone mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu performa tinggi hanya bisa ditemukan pada ponsel kelas flagship dengan harga belasan juta rupiah, kini kondisi tersebut mulai berubah. Berkat perkembangan chipset, efisiensi manufaktur, dan persaingan antarprodusen, HP murah mampu menghadirkan pengalaman yang sebelumnya hanya tersedia di kelas premium.
Perubahan ini membuat batas antara smartphone entry-level, menengah, dan flagship semakin tipis. Aktivitas seperti bermain game, mengedit video, menjalankan fitur AI, hingga fotografi berkualitas tinggi kini dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Ilustrasi HP
- Pexels
Chipset Menjadi Kunci Revolusi
Dirangkum VoxPop Sabtu, 1 Agustus 2026, salah satu faktor terbesar yang mendorong perubahan ini adalah kemajuan teknologi chipset.
Qualcomm, misalnya, terus membawa fitur-fitur yang sebelumnya eksklusif untuk seri premium ke lini yang lebih terjangkau. Snapdragon 6 Gen 5 menghadirkan peningkatan performa, efisiensi daya, kemampuan AI, kamera berbasis kecerdasan buatan, serta pengalaman gaming yang lebih mulus untuk perangkat kelas menengah dan terjangkau.
Qualcomm menyebut platform ini dirancang agar lebih banyak pengguna dapat menikmati pengalaman mobile generasi terbaru tanpa harus membeli ponsel flagship.
Di kelas yang lebih tinggi, Snapdragon 7 Gen 4 bahkan menawarkan peningkatan CPU hingga 27 persen, GPU 30 persen lebih cepat, serta lonjakan performa AI hingga 65 persen dibanding generasi sebelumnya. Teknologi seperti generative AI, pemrosesan gambar canggih, dan fitur gaming kini mulai hadir di perangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding beberapa tahun lalu.
AI Bukan Lagi Fitur Eksklusif Flagship
Kehadiran kecerdasan buatan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam industri smartphone.
Sebelumnya, fitur AI seperti pengeditan foto pintar, penerjemahan secara langsung, penghapusan objek, hingga asisten digital berbasis model bahasa besar (LLM) hanya tersedia pada ponsel premium.
Kini, produsen chipset mulai menghadirkan kemampuan AI langsung di dalam perangkat (on-device AI) untuk kelas menengah. Hal ini membuat proses AI dapat berjalan lebih cepat, lebih hemat daya, serta menjaga privasi pengguna karena sebagian pemrosesan dilakukan tanpa harus mengirim data ke cloud.
