Kacamata Pintar Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Melirik Wearable

Ilustrasi kacamata pintar
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Industri perangkat wearable tengah memasuki babak baru. Jika smartwatch selama beberapa tahun terakhir menjadi perangkat pintar yang paling populer, kini perhatian mulai beralih ke kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI).

img_title 7 HP Flagship 2026 yang Disematkan NPU, Sebuah Fitur AI Lebih Aman, Cepat, dan Hemat Daya

Berkat perkembangan AI generatif, desain yang semakin ringan, dan kemampuan memahami lingkungan sekitar secara real-time, smart glasses tidak lagi dipandang sebagai sekadar aksesori teknologi, melainkan sebagai asisten digital yang dapat digunakan sepanjang hari.

Laporan terbaru IDC dikutip VoxPop Kamis, 6 Agustus 2026, menunjukkan bahwa pasar smart glasses mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pada kuartal pertama 2026, pengiriman smart glasses global melonjak 167 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan bahwa kategori ini mulai bergerak dari pasar khusus menuju adopsi yang lebih luas.

img_title BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

Lalu, apa yang sebenarnya mendorong revolusi besar tersebut?

AI Mengubah Fungsi Kacamata Pintar Secara Total

img_title AI Tak Cukup, Masa Depan Dunia Kerja Tetap Bergantung pada Manusia

Dahulu, smart glasses identik dengan kemampuan mengambil foto atau merekam video.

Kini, AI mengubah perangkat tersebut menjadi asisten pribadi yang mampu memahami apa yang sedang dilihat pengguna.

Meta menjelaskan bahwa generasi terbaru Meta Glasses dibekali Meta AI yang mampu memberikan jawaban berdasarkan objek yang dilihat pengguna, membantu navigasi, menerjemahkan percakapan secara langsung, mengelola jadwal, hingga memberikan informasi secara kontekstual melalui perintah suara. Semua proses tersebut dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan smartphone dari saku.

Pendekatan ini membuat interaksi dengan teknologi terasa lebih alami karena pengguna cukup melihat suatu objek dan mengajukan pertanyaan secara lisan.

Desain Semakin Mirip Kacamata Biasa

Salah satu hambatan terbesar smart glasses pada masa lalu adalah desainnya yang besar dan kurang menarik.

Kini produsen memilih pendekatan berbeda.

Melalui kerja sama dengan EssilorLuxottica, Meta menghadirkan berbagai model yang tampil seperti kacamata sehari-hari, bahkan mendukung lensa resep. Pengguna tidak lagi harus mengenakan perangkat yang terlihat seperti gadget eksperimental, melainkan kacamata dengan desain modern yang tetap nyaman dipakai sepanjang hari.

Perubahan desain ini dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat penerimaan pasar.

AI Membantu Aktivitas Sehari-hari

Kacamata pintar modern tidak hanya digunakan untuk mengambil gambar.

Berbagai fitur berbasis AI kini mampu membantu pengguna dalam aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Mengambil foto dan video secara hands-free.
  • Menerjemahkan bahasa secara langsung.
  • Mengenali objek maupun lokasi.
  • Memberikan petunjuk arah melalui suara.
  • Membantu mengingat jadwal dan aktivitas.
  • Menjawab pertanyaan berdasarkan lingkungan sekitar.

Konsep tersebut membuat smart glasses semakin relevan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan.

Industri Besar Berlomba Mengembangkan AI Glasses

Salah satunya datang dari Rokid, kacamata pintar yang memperkenalkan bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam perangkat wearable dapat mendukung produktivitas, komunikasi, dan transformasi digital di berbagai sektor.

Melalui PT Denka Pratama Indonesia akan menghadirkan Rokid hadir dalam Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Mereka menghadirkan teknologi AI dapat membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari penerjemahan bahasa secara real-time, akses informasi secara hands-free, hingga pemanfaatan AI Assistant untuk mendukung pekerjaan secara lebih efisien.

Tidak Hanya untuk Konsumen, tetapi Juga Dunia Profesional

Revolusi smart glasses juga mulai merambah sektor profesional.

Perangkat ini digunakan untuk membantu teknisi lapangan, tenaga kesehatan, pekerja industri, hingga pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas.

Meta mengungkapkan bahwa AI wearable mampu membantu penyandang disabilitas netra mengenali lingkungan sekitar, membaca informasi visual, serta meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari melalui fitur AI berbasis kamera dan suara.

Hal tersebut menunjukkan bahwa smart glasses bukan sekadar perangkat hiburan, tetapi juga memiliki nilai praktis dalam berbagai bidang.

Tantangan Privasi Masih Menjadi Sorotan

Di balik berbagai inovasi tersebut, smart glasses tetap menghadapi tantangan besar terkait privasi.

Kemampuan merekam video dan mengambil foto secara cepat menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi perekaman tanpa izin di ruang publik. Sejumlah pakar menilai regulasi dan edukasi penggunaan perlu berkembang seiring meningkatnya adopsi perangkat ini. Meta sendiri menyatakan bahwa perangkatnya dilengkapi lampu indikator perekaman (capture LED) yang dirancang agar orang di sekitar mengetahui ketika kamera sedang aktif.

Karena itu, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan perlindungan privasi serta penggunaan yang bertanggung jawab.

Kacamata pintar tengah mengalami transformasi besar berkat kemajuan AI. Perangkat yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai kamera wearable kini berkembang menjadi asisten digital yang mampu memahami konteks, membantu produktivitas, menerjemahkan bahasa, hingga mendukung kebutuhan aksesibilitas.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan (tengah)

Polisi Tangkap Pembuat Video AI Manipulasi Presiden Prabowo

Video konten AI yang memanipulasi menampilkan Prabowo Subianto, bahkan terdapat narasi dalam video tersebut apabila Prabowo menjadi Presiden maka negara akan kacau

img_title
VoxPop.co.id
7 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut