Perang HP Murah Rp1 Jutaan Semakin Sengit, Produsen Mulai Membawa Fitur Baru

Ilustrasi HP
Sumber :
  • Pexels/Emmanuel Jason Eliphalet

AI Mulai Menyentuh Smartphone Terjangkau

img_title AI Tak Cukup, Masa Depan Dunia Kerja Tetap Bergantung pada Manusia

Kecerdasan buatan juga perlahan turun ke kelas harga yang lebih rendah. Realme Note 70, misalnya, membawa sejumlah fitur berbasis AI seperti AI Image Matting, AI Clear Face dan AI Eraser. Perangkat ini juga mendukung Circle to Search. Fitur tersebut membuat kemampuan pengeditan dan pencarian berbasis AI tidak lagi sepenuhnya menjadi eksklusif ponsel mahal.

Samsung bahkan membawa fitur AI seperti Google Gemini dan Circle to Search ke Galaxy A07 5G. Dalam pengumuman globalnya, Samsung menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya membuat pengalaman AI tersedia bagi lebih banyak pengguna Galaxy.

img_title Teknologi AI Mulai Masuk ke Bank Daerah

Untuk pasar Indonesia, Galaxy A07 versi 4G sebelumnya juga sudah masuk kategori smartphone sejutaan. Samsung membanderol varian 4/64GB mulai Rp1.399.000 ketika diperkenalkan, sekaligus membawa prosesor 6nm, sertifikasi IP54 dan dukungan pembaruan software serta keamanan hingga enam tahun.

Artinya, persaingan HP murah mulai bergeser. Fitur AI bukan lagi sekadar bonus untuk flagship, tetapi perlahan menjadi bagian dari strategi produsen untuk membedakan perangkat entry-level.

img_title Kacamata Pintar Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Melirik Wearable

Ketahanan Fisik Ikut Menjadi Pembeda

Selain performa dan AI, produsen juga mulai menjadikan ketahanan sebagai fitur utama. Realme Note 70 mengandalkan ArmorShell Tough Build dan mengklaim telah melewati pengujian ketahanan guncangan berstandar MIL-STD 810H. Perangkat tersebut juga memiliki sertifikasi IP54 untuk perlindungan terhadap debu dan percikan air.

Fitur serupa juga semakin sering ditemukan pada smartphone murah dari berbagai produsen. Motorola, misalnya, menghadirkan moto g06 power dengan perlindungan IP64, Corning Gorilla Glass 3, layar 6,88 inci 120Hz dan baterai 7.000mAh. Ponsel ini juga membawa kamera utama 50MP dengan kemampuan berbasis AI serta Circle to Search.

Kombinasi tersebut menunjukkan bagaimana produsen mencoba memberikan lebih banyak nilai dalam satu perangkat, bahkan ketika target konsumennya berada di segmen harga terjangkau.

Kamera Murah Mulai Mengandalkan AI

Perkembangan lain terjadi pada sektor kamera. Redmi A5 menggunakan kamera utama 32MP dengan sistem kamera ganda berbasis AI. Xiaomi juga menyebut kamera tersebut menggunakan sensor yang mampu menangkap lebih banyak cahaya dibandingkan generasi sebelumnya berdasarkan pengujian internal perusahaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut