Twitter Banjir Akun Palsu Propaganda Brexit
- Reuters/Phil Noble
Banjirnya akun palsu dalam momentum politik di Inggris bukan baru kali pertama terjadi. Sebelumnya, Lee Jasper, kandidat parlemen Pemilu di London mengakui menggunakan akun palsu Twitter pada 2012.
Sementara peneliti Autonomous University of Querétaro, Meksiko juga mengakui akun palsu juga dikerahkan dalam Pemilu Meksiko.
"Tool digital telah sukses disebarkan oleh Parpol di Meksiko," ujar Emiliano Treré, peneliti Autonomous University of Querétaro dalam laporan Institute of Development Studies Bulletin, Januari tahun ini.
Atas maraknya akun palsu yang mempropaganda suara politik tersebut, Howard mengajak agar masyarakat pemilih untuk cermat dan teliti.
"Untuk memiliki sebuah demokrasi yang sehat, warga negara modern harus sadar informasi mereka dibentuk oleh akun palsu," ujar dia.
(ren)
