Bos Gojek Dedikasikan PAB XV untuk Beasiswa Anak Driver

CEO Gojek, Nadiem Makarim
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Foe Peace Simbolon

Dedikasi Nadiem untuk masyarakat Indonesia tidak hanya di Gojek. Dia, melalui Monica, mengungkapkan bahwa dana yang akan didapat dari Penghargaan Achmad Bakrie ini akan digunakan untuk terus mengasah talenta-talenta lokal di Indonesia.

img_title Gojek Blokir Permanen Akun Penumpang yang Viral Mesum di Dalam Mobil

"Melalui penghargaan ini, kami terus mendukung usaha keluarga Bakrie untuk memajukan pendidikan dan talenta lokal. Oleh karena itu dana yang kami terima dari penghargaan ini akan kami salurkan dalam bentuk beasiswa untuk anak-anak mitra driver kami," ujar Monica.

Tangan Dingin Nadiem Makarim dan Kesuksesan Gojek

img_title Bos GoTo Sebut Kesejahteraan Mitra adalah Fondasi Pertumbuhan Perusahaan

Kemacetan lalu lintas di Jakarta yang dialaminya melahirkan sebuah ide bisnis menarik. Nadiem Makarim (33) membuat aplikasi ojek online sebagai solusi transportasi penduduk kota. Ia rela meninggalkan kerjaan lamanya yang sudah nyaman demi membangun usahanya bernama Go-JEK.

Nadiem, begitu ia biasa disapa, lahir di Jakarta 4 Juli 1984 dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadrie. Ia adalah anak lelaki satu satunya dari pengacara ternama keturunan Arab asal Pekalongan, Jawa Tengah, Nono Anwar Makarim.

img_title Kini Mitra Ojol dan Keluarga Bisa Cari Kerja lewat Bursa Kerja Mitra Gojek

Ayahnya seorang intelektual dan lawyer dengan gelar doktor Ilmu Hukum lulusan Harvard. Meski Nadiem adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, ia tidak berperilaku manja. Justru ia tetap menunjukkan kemandiriannya.

Setelah meluluskan jenjang pendidikan dasar dan menengahnya di Jakarta, ia melanjutkan SMA- nya di Singapura, dan berkuliah di Brown University, Amerika Serikat.

Ia berhasil mendapat gelar BA di jurusan International Relations. Ia pun sempat mengikuti pertukaran pelajar di London School of Economics.

Tidak puas dengan ilmu yang dimiliki, ia melanjutkan pendidikan layaknya sang ayah dan mengambil master-nya di Harvard Business School dan mendapatkan gelar MBA (Master of Business Administration).

Pria lulusan Harvard ini memilih untuk kembali ke Indonesia. Berbekal ijazah yang dimilikinya, Nadiem direkrut di Management Consutant di McKinsey & Company, sebuah lembaga konsultan ternama yang berbasis di Jakarta, lalu pindah dengan posisi co-founder dan managing editor di Zalora Indonesia.

Tak sampai di situ, Nadiem kemudian menjadi chief innovation officer Kartuku. Namun akhirnya, ia banting setir memilih jalur yang berbeda dari latar belakang keluarganya itu, naluri bisnis Nadiem memang sangat tajam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut