Diam-diam, Pengguna Uber Diintai Malware Pencuri Password

Ilustrasi perusahaan jaringan transportasi, Uber
Sumber :
  • REUTERS/Neil Hall

VoxPop – Perusahaan keamanan internet, Symantec menemukan pengguna Uber telah diintai oleh program komputer berbahaya atau malware Android.Faceapp Trojan selama beberapa tahun belakangan ini. 

img_title Dari Malware hingga Brute Force, Ancaman Siber Kini Makin Sulit Dideteksi

Dalam pelacakan terbaru, Symantec menemukan malware kuda troya itu berusaha mencuri log in pengguna dengan menyaru sebagai antarmuka resmi aplikasi Uber. 

Dikutip dari Engadget, Kamis 4 Januari 2018, dalam temuan terbarunya, Symantec mendeteksi varian baru malware kuda troya itu setelah beberapa pelacakan. Malware tersebut muncul di layar secara reguler dalam waktu tertentu untuk mengelabui pengguna bisa memasukkan nomor ponsel dan kata kunci log in akun Uber. 

img_title Hati-hati Main Roblox, Malware Ini Bisa Merusak PC dan Akunmu

Symantec menyebutkan, begitu pengguna memasukkan kode log in maka malware akan mengirimkan kode log in tersebut ke server jarak jauh. Selanjutnya pembuat malware itu akan menggunakan data log in pengguna itu untuk membobol akun pengguna atau menjual data itu ke peretas di pasar gelap. 

Varian malware ini tak berhenti dengan menyaru sebagai layar log in Uber. Untuk makin membuat pengguna percaya, malware itu bahkan memuat layar dari aplikasi Uber yang sah dan menunjukkan lokasi calon korban setelah korban menekan ‘enter’.

img_title Bahaya Malware di Steam, FBI Turun Tangan!

Skema ini sejatinya malware terhubung ke aplikasi Uber untuk memulai penjemputan. 

Dalam tanggapannya, Uber mengakui adanya malware yang mengintai pengguna mereka. Uber menjelaskan teknik mengelabui pengguna itu mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi dari luar Play Store yang sejatinya adalah berbahaya. 

"Sebaiknya unduh aplikasi dari sumber yang terpercaya. Kami ingin melindungi pengguna kami walau mereka melakukan kesalahan. Kami juga menyediakan sekumpulan kontrol keamanan dan sistem untuk membantu deteksi dan blokir log in tanpa izin Anda," ujar juru bicara Uber.

Symantec menyebutkan, teknik tersebut menunjukkan pembuat malware makin menggunakan teknik rekayasa sosial baru yang lebih canggih membohongi pengguna. 

Perusahaan ini menyarankan, pengguna untuk memastikan perangkat lunak yang dipasang di perangkat telah diperbaharui, memasang aplikasi anti malware dan jangan mengunduh dari situs yang tidak dikenal pengguna. 

Symantec mengatakan, malware Android.Faceapp Trojan telah menginfeksi Android selama beberapa tahun dengan beragam modus.  

Malware.

Waspada! Game Horor Ini Ditemukan Malware Pencuri Data Pengguna

Game horor gratis di Steam dihapus Valve setelah ditemukan malware pencuri data. Simak kronologi, dampak, dan risiko keamanan bagi pemain yang sempat mengunduhnya.

img_title
VoxPop.co.id
17 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut