4 Jenis Game Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Fungsi Otak

Ilustrasi organ otak manusia.
Sumber :
  • IG @katadokter_official

Jakarta, VoxPop – Salah satu penelitian penting diterbitkan oleh The Journal of Neuroscience pada 2015 oleh para peneliti dari University of California, Irvine. Dalam studi ini, sejumlah partisipan dewasa dibagi menjadi beberapa kelompok.

img_title Membandingkan Game RPG Jepang dan Barat, Dua Filosofi Desain yang Membentuk Industri Game Selama Puluhan Tahun

Satu kelompok diminta memainkan Super Mario 3D World selama dua minggu, kelompok lain memainkan Angry Birds, sementara kelompok ketiga tidak bermain game. Hasilnya, kelompok yang memainkan game 3D menunjukkan peningkatan memori yang signifikan, sedangkan kelompok lain tak mengalami perubahan berarti.

Ilustrasi Bermain Game

Photo :
  • freepik.com/freepik
img_title Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming

Penelitian lain menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) untuk memindai otak partisipan yang bermain Super Mario 64.

Ketika memainkan game 3D ini selama 30 menit per hari selama dua bulan, bagian otak yang terkait berpikir strategis menunjukkan perubahan struktural positif, yang mencerminkan peningkatan kemampuan pemrosesan mental.

img_title Di Balik Penantian GTA 6 Selama Bertahun-Tahun, Ada Perubahan Besar yang Sedang Disiapkan Rockstar

Studi lain yang dipublikasikan juga melaporkan bahwa bermain game selama satu jam per hari selama empat minggu dapat meningkatkan fungsi kognitif peserta secara umum termasuk kemampuan memecahkan masalah dan memproses informasi.

Empat Jenis Game yang Bisa Tingkatkan Fungsi Otak

Para peneliti menyimpulkan bahwa tidak semua game sama dalam dampaknya terhadap otak. Berikut empat jenis game yang terbukti membantu meningkatkan fungsi otak berdasarkan penelitian di Amerika:

1. Game 3D (Tiga Dimensi)

Game dengan dunia tiga dimensi seperti Super Mario 3D World atau Super Mario 64 menuntut pemain mengingat lokasi, jalur, dan objektif yang kompleks. Aktivitas ini melatih memori spasial, yaitu kemampuan otak untuk memahami dan mengingat lingkungan serta posisi objek dalam ruang.

2. Virtual Reality (VR)

Game berbasis virtual reality juga menunjukkan potensi manfaat pada fungsi mental. Selain memaksimalkan fokus perhatian, VR telah digunakan dalam berbagai studi yang menunjukkan bahwa pengalaman imersif mampu membantu menurunkan tingkat kecemasan dan memperbaiki kondisi mental dalam konteks tertentu.

3. Game Aksi

Game dengan tempo cepat seperti game aksi menuntut pemain merespons dengan cepat terhadap rangsangan visual dan suara. Penelitian pada anak disleksia menunjukkan bahwa bermain game dengan tempo tinggi dapat membantu mempercepat kemampuan membaca tanpa mengurangi akurasi, karena game semacam ini memperpanjang rentang fokus dan memperkuat konsentrasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut