Belum Rilis, GTA 6 Terancam Diblokir
- Rockstar
Jakrta, VoxPop – Antusiasme global terhadap kehadiran Grand Theft Auto VI (GTA 6) tampaknya tidak sepenuhnya dirasakan di Rusia.
Game besutan Rockstar Games tersebut justru menghadapi ancaman boikot hingga pemblokiran dari sejumlah pejabat dan kelompok masyarakat Rusia, bahkan sebelum game ini resmi dirilis ke publik.
Poster Game GTA 6
- Rockstar Games
Kontroversi ini mencuat setelah beberapa pejabat Rusia menyampaikan kekhawatiran terhadap konten GTA 6 yang dinilai bertentangan dengan nilai moral, budaya, dan norma sosial yang dianut di negara tersebut.
Pejabat Rusia Soroti Konten GTA 6
Salah satu sorotan datang dari pejabat Rusia yang menilai GTA 6 berpotensi menghadirkan unsur-unsur yang dianggap tidak pantas, seperti kekerasan berlebihan, kriminalitas, serta representasi gaya hidup tertentu yang dinilai merusak moral masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam pernyataannya, pejabat tersebut menyebut bahwa GTA 6 berisiko menjadi sarana penyebaran nilai-nilai yang tidak sejalan dengan prinsip budaya Rusia.
Oleh karena itu, mereka mengusulkan agar game ini diblokir atau setidaknya disensor sebelum dapat beredar secara resmi di Rusia.
Ancaman Boikot Menghantui Publik Rusia
Selain wacana pemblokiran oleh pemerintah, isu ini juga memicu ancaman boikot dari kelompok masyarakat tertentu.
Mereka menilai bahwa membiarkan GTA 6 beredar bebas dapat berdampak negatif terhadap perilaku sosial, terutama di kalangan anak muda.
Wacana boikot ini membuat publik Rusia terbelah. Di satu sisi, gamer menantikan kehadiran GTA 6 sebagai salah satu game paling ambisius dalam sejarah industri game.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa konten game tersebut akan melanggar batas norma yang berlaku di Rusia.
Opsi Sensor atau Pelarangan Total
Beberapa pejabat Rusia menyarankan agar Rockstar Games merilis versi khusus GTA 6 untuk pasar Rusia dengan konten yang telah disesuaikan atau disensor.
Jika pengembang menolak melakukan penyesuaian, maka opsi pelarangan total dinilai sebagai langkah yang layak dipertimbangkan.
Pendekatan ini bukan hal baru di Rusia, mengingat pemerintah setempat dikenal cukup ketat dalam mengatur konten hiburan, termasuk film, musik, dan video game yang dinilai mengandung unsur sensitif.
Belum Ada Tanggapan Resmi dari Rockstar Games
