Siswa Sekolah Mode Italia Rancang Busana dari Ragam Wastra Indonesia

Mahasiswa Koefia
Sumber :
  • KBRI Roma

VoxPop – Indonesia bukan cuma kaya budaya. Dari keberagaman yang ada, Indonesia pun memiliki wastra Nusantara yang juga beraneka ragam.

img_title Puspa Nuswantara 2026, BNI Bawa Mitra UMKM Binaan Batik Nasional

Corak, motif dan warnanya yang cantik, cocok dipadukan dengan apapun. Karena kaya akan wastra Nusantara, hal ini menarik perhatian para mahasiswa sekolah mode KOEFIA di Roma untuk berkreasi menciptakan suatu karya dengan wastra Nusantara.

Lewat rilis yang diterima VoxPop, KBRI Roma memperlihatkan aktivitas mereka. KBRI Roma pun ikut membantu mempersiapkan mahasiswa Sekolah Mode KOEFIA di Roma untuk berkreasi membuat rancangan dengan menggunakan ragam wastra nusantara. Karya terpilih akan ditampilkan pada Rome Fashion Week/Altaroma bulan Juli 2019 mendatang.

img_title Puspa Nuswantara 2026, BNI Dukung UMKM Batik Nasional

Sebanyak 40 mahasiswa dan tenaga pengajar sekolah mode KOEFIA di Roma, Italia pada Selasa 26 Maret 2019 datang ke KBRI Roma untuk mempelajari wastra Indonesia. Acara dibuka oleh Duta Besar RI Esti Andayani yang menyampaikan bahwa kerja sama dengan KOEFIA kali ini sangat tepat waktu, seiring dengan momentum Peringatan 70 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Italia, dengan tema utama perayaan adalah promosi kerja sama industri kreatif dan UKM.

Fashion dan desain adalah salah satu elemen penting ekonomi kreatif, yang menjadi tema utama dari Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia tahun ini,” ujarnya.

img_title Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan hingga Menjangkau Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

Mahasiswa Koefia

Duta Besar RI juga berharap agar para mahasiswa KOEFIA dapat terinspirasi dari acara ini untuk proses kreatif selanjutnya, menghadirkan interpretasi atas nilai dan warisan budaya kain Indonesia dalam rancangan busana mereka.

Pada kesempatan ini, Wakil Kepala Perwakilan RI, J.S. George Lantu mempresentasikan beragam wastra Indonesia termasuk batik, tenun, dan ikat. Dia menjelaskan sejarah, jenis, arti dan nilai-nilai penting dari wastra Indonesia dan para mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat, memegang dan mencermati berbagai wastra yang tersedia.

Ada pula demonstrasi membatik oleh Ranty Yustina Dewi, mahasiswi program Master dari Universitas Calabria. Para mahasiswa antusias mencoba membuat gambar dengan canting dan malam di atas sehelai kain.

“Menakjubkan sekali mempelajari pembuatan batik, cara pemakaian, serta arti yang berbeda dari berbagai motif,” ujar Caterina.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut