Tips Terhindar dari Implusive Buying saat Belanja Baju

Ilustrasi belanja/sale.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop – Pandemi virus corona membuat sejumlah masyarakat mau tidak mau tetap berada di rumah atau menghindari bepergian yang tidak perlu guna mencegah penularan virus corona.

img_title Mau Berburu Promo Kemerdekaan 2026? Ikuti 7 Cara Ini agar Tak Boros

Kendati demikian, berkegiatan di rumah ternyata menimbulkan fenomena impulsive buying atau membeli barang dengan tidak terkontrol atau impulsif.

Baca Juga: Pandemi COVID-19 Belanja Harus Irit, Begini Menyiasatinya

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Salah satu jenis barang yang sering dibeli adalah baju. Padahal baju yang ada di lemari masih banyak yang bisa digunakan.

Jika hal tersebut terjadi terus menerus, maka dapat berdampak bukan hanya pada pendapatan yang berkurang, tapi juga dapat menimbulkan kemungkinan sampah. Lantaran tidak digunakan atau bahkan rusak karena lebih banyak disimpan tanpa digunakan.

img_title Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Jadi Solusi Praktis ala SIVIA, Agatha Pricilla dan Ify Alyssa

Ilustrasi belanja/sale.

Lalu, bagaimana mencegah terjadinya implusive buying?

Dalam dalam acara ‘Gaungkan Sustainable Fesyen bersama #tukarbaju’, Campaign Activation #Tukarbaju-Zero Waste Indonesia, Naurah Nadzifah mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk ‘mengerem’ implusive buying adalah dengan menerapkan hierarki pemenuhan kebutuhan.

Yang dimulai dari use you already have atau gunakan apa yang sudah kita miliki. Lalu, yang kedua dapat meminjam baju dari orang lain kalau tidak punya baju tertentu.

"Mungkin ada gengsi, tapi daripada beli tapi hanya dipakai sekali dan enggak dipakai, mending pinjam," jelas Naurah, Jumat, 14 Agustus 2020.

Step ketiga, lanjut dia, adalah dengan tukar baju. Ini bisa dilakukan dengan teman, kerabat, kolega atau keluarga. Kita bisa sisihkan pakaian yang di lemari yang memang tidak bisa digunakan namun masih bagus dan laik pakai untuk kemudian ditukar dengan teman.

"Mungkin ada yang habis beresin lemari atau dikasih, ada baju-baju yang tidak dipakai lagi, coba tanya ke teman lain, ada yang mau tukeran baju enggak," kata dia.

Selanjutnya adalah thrift. Ini dapat memperpanjang umur simpan pakaian. Kelima membuat baju, kalau lagi butuh untuk occasion tertentu. Tapi, Naurah menjelaskan bahwa pastikan baju yang akan dibuat itu adalah baju yang bisa digunakan untuk jangka waktu lama dari tahun ke tahun.

"Terakhir, baru beli kalau butuh banget. Pastikan beli baju yang memang kamu butuhkan dan pastikan semua uang yang keluar dipertanggungjawabkan, kita tahu alokasinya untuk ke mana. Intinya untuk menyejahterakan sesama," jelas dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut