Mengenal Treatment Laser Diode, Ampuh Atasi Talangiektasis dan Melasma
- Freepik/denissmart
VoxPop – Bertambahnya usia dapat menyebabkan timbulnya masalah flek hitam atau melasma. Flek juga timbul karena paparan sinar matahari langsung secara terus-menerus, faktor hormonal dan pemakaian kosmetik.
Tapi tahukah Kamu, kalau anda-tanda penuaan tersebut dapat diatasi dengan perawatan mutakhir saat ini, seperti laser diode yellow atau laser pro yellow. Tak hanya itu, jenis laser ini juga dapat mengatasi talangiektasis, bekas jerawat yang kemerahan dan rejuvenation.
Baca Juga: Penyebab Melasma, Noda Hitam di Wajah Ibu Hamil
Menurut dr. Midanty, dokter SS Clinic, Laser Diode Yellow adalah laser diode pertama di dunia yang mempunyai panjang gelombang 577 nm. Laser ini sangat efektif untuk mengatasi masalah vaskular atau pembuluh darah seperti talangiektasis, yakni pembuluh darah kecil yang timbul di wajah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya talangiektasis, contohnya faktor keturunan, pemakaian krim yang mengandung steroid atau hidrokuinon dengan pemakaian jangka panjang.
“Laser ini juga bagus untuk mengatasi bekas jerawat yang kemerahan, melasma atau flek, serta rejuvenation. Namun, Laser ini tidak untuk mengatasi jerawat yang kehitaman atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH),” kata dr. Midanty kepada VoxPop, Senin, 28 September 2020.
Pada kulit, melasma yang disertai dengan talangiektasia laser ini akan bekerja sangat efektif mengurangi bahkan menghilangkan pembuluh darah kecil tersebut. Dengan demikian, diharapkan kekambuhan flek akan berkurang.
Laser ini juga memberikan hasil yang baik untuk flek yang membandel, yaitu pada kasus yang telah menggunakan berbagai kombinasi pengobatan flek namun belum memberikan hasil yang bermakna.
“Dengan laser ini, efektivitas obat melasma akan memberikan penyerapan yang lebih baik sehingga dapat menghilangkan talangiektasia di wajah dan kekambuhan melasma akan berkurang,” kata dr. Midanty.
Keunggulan dari treatment Laser Diode Yellow adalah tidak ada downtime sama sekali, tidak ada rasa nyeri selama pengerjaan dan tidak timbul kemerahan setelah treatment, sehingga dapat langsung beraktivitas. Selama menjalani treatment, pasien akan merasa tenang karena rasa nyerinya dapat ditoleransi dan masih dalam ambang batas normal.
“Oleh karena itu, sebelum pengerjaan tidak ada anastesi sebelumnya. Hanya diolesi gel tipis,” ungkap dr. Midanty.
