Kulit Menua Tampak Lebih Kencang Tanpa Operasi dengan Teknologi Ultrasound
- Freepik/cookie_studio
Sebelum melakukan treatment, dokter akan melakukan analisis pada wajah pasien sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pasien. Kemudian dengan mesin scanner Ultherapy akan menunjukkan bagian-bagian wajah pasien yang perlu “ditembak” dengan ultrasound.
"Pada umumnya, treatment Ultherapy tidak hanya di area wajah tapi juga double chin. Tetapi, jika double chinnya masih kencang, dapat kita skip. Atau bila double chin-nya bermasalah sekali, dapat diberikan double pulse di area tersebut. Jadi, Ultherapy ini memang sangat bisa di-customized. Atau bila klien hanya menginginkan area-area tertentu, misal kantung mata saja juga dapat dikerjakan,” kata dr. Haekal.
Selain itu, perawatan ini juga bisa dikombinasikan dengan aman dengan treatment apapun, mulai dari treatment laser hingga botox dan filler. Biasanya untuk botox, dapat lakukan dalam hari yang sama dengan treatment Ultherapy. Karena walaupun Ultherapy menghasilkan panas, tapi panasnya itu tidak akan menghancurkan efek dari treatment lain, seperti botox dan filler. Namun, tidak demikian halnya dengan radio frequency.
Ultherapy ini bekerja dengan menggunakan gelombang suara atau ultrasound. Bila menggabungkan Ultherapy dengan filler, maka dapat dikerjakan filler-nya terlebih dulu. Kemudian, menunggu sekitar 2-3 bulan, setelah kulit mengencang, baru kemudian akan dilakukan Ultherapy.
Dokter Haekal pun menepis anggapan bahwa Ultherapy bisa membuat wajah peyot karena berefek membakar lemak. Karena, Ultherapy tidak bekerja membakar lemak. Contohnya, untuk membakar lemak di area double chin, dapat dilakukan cool sculpting atau mesolipo (suntik untuk menghancurkan lemak) lebih dulu. Setelah itu, baru dikencangkan dengan Ultherapy.
