Transplantasi Rambut Bisa Atasi Kebotakan, Ternyata Gak Perlu Dicukur

Ilustrasi kebotakan pada pria.
Sumber :
  • iStockphoto.

Jakarta, VoxPop – Kebotakan atau penipisan rambut yang dialami banyak orang membuat mereka memutuskan untuk melakukan transplantasi rambut. Tak sedikit public figure Tanah Air berbondong-bondong ke Turki untuk melakukan prosedur tersebut. Kabar baiknya, kini melakukan transplantasi rambut tak perlu jauh-jauh ke luar negeri.

img_title Tips Mengatasi Rambut Lepek untuk Hijabers, Rahasia Tetap Bervolume Seharian

Jika pada umumnya prosedur hair transplant dilakukan dengan cukur botak plontos atau cukur plontos di bagian belakang, kini sudah ada transplantasi rambut tanpa cukur, bahkan tersedia di Indonesia. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Spesialis Dermatovenereologi & Estetika; Scalp & Hair Expert, Dr. Ivan Wong, Sp.DVE, S, menjelaskan, kebotakan adalah hal yang sangat umum terjadi, baik di pria maupun wanita. Kebotakan dapat menimbulkan kesan premature aging sehingga akan memberikan dampak yang signifikan pada penampilan dan kepercayaan diri seseorang. 

img_title Tips Rambut Tetap Sehat Meski Sering Pakai Hair Dryer, Kering Lebih Cepat Tanpa Mudah Rusak

“Kebotakan pada dasarnya berhubungan erat dengan kondisi genetik, namun juga dipengaruhi antara lain oleh faktor lingkungan, stres dan kesehatan kulit kepala,” ungkap dr Ivan Wong yang berpraktik di Klinik Permata Wong, Jakarta Selatan, dikutip dari keterangannya, Senin 24 Februari 2025. 

img_title Viral Murid SMKN 2 Garut Menangis usai Rambut Digunting Guru BK, Warganet: Mereka Pake Kerudung

Transplantasi rambut sendiri merupakan metode memindahkan folikel atau akar rambut dari area donor (umumnya berada di kepala bagian belakang) ke bagian yang botak (bisa di kepala bagian atas, bagian depan atau hairline, atau area lain seperti kumis, jenggot, jambang dan alis).

“Pada saat proses pemindahannya ini, di hampir semua tempat di seluruh dunia akan dilakukan pencukuran, minimal di area donor, sehingga tentunya akan memengaruhi penampilan. Dengan teknik tanpa cukur ini, tidak diperlukan pencukuran sama sekali pada area donor, sehingga setelah tindakan pasien dapat beraktivitas normal dengan lebih seamless,” jelasnya. 

Lalu, kapan seseorang harus melakukan transplantasi rambut?

“Ketika rambut sudah mulai menipis, bisa di area depan (hairline) ataupun tengah (crown atau ubun-ubun). Selain itu, bagi yang dahinya lebar, hairline bisa kita turunkan sehingga tampak lebih youthful. Bisa juga di daerah pitak yang karena luka. Atau, ingin membuat atau menebalkan alis dan jenggot (beard),” bebernya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut