Ingin Cantik Instan? Pahami Dulu Kerugian Operasi Plastik Wajah Sebelum Menyesal
- lookstudio/freepik
Jakarta, VoxPop – Di tengah maraknya media sosial dan budaya selfie yang menonjolkan kesempurnaan fisik, obsesi terhadap penampilan kian meningkat. Banyak orang, terutama perempuan muda, merasa terdorong untuk memenuhi standar kecantikan yang dipopulerkan oleh selebriti atau influencer.
Salah satu jalan pintas yang sering dipilih adalah operasi plastik wajah, atau yang populer disebut dengan "oplas".
Tren oplas ini memang terlihat menjanjikan. Dalam waktu singkat, seseorang bisa mengubah bentuk hidung, mempertegas rahang, mengencangkan kulit wajah, hingga membuat mata terlihat lebih besar.
Namun, di balik janji akan wajah yang “lebih cantik”, tersembunyi sederet risiko yang bisa berdampak serius, baik dari sisi kesehatan fisik, mental, maupun keuangan.
Viral buronan di China operasi plastik
- Koreaboo
Sebelum kamu tergoda untuk menjalani prosedur bedah demi wajah idaman, penting untuk memahami secara menyeluruh apa saja kerugian dan bahaya dari operasi plastik wajah.
1. Risiko Medis Serius: Dari Infeksi hingga Kelumpuhan Wajah
Meskipun dilakukan oleh tenaga medis profesional, operasi plastik tetap merupakan tindakan invasif yang menyimpan risiko medis. Beberapa komplikasi umum yang bisa terjadi antara lain:
- Infeksi pascaoperasi, terutama jika perawatan luka tidak dilakukan secara benar.
- Pendarahan internal dan hematoma (penumpukan darah di bawah kulit).
- Kerusakan saraf wajah, yang bisa menyebabkan mati rasa, kehilangan ekspresi wajah, atau bahkan kelumpuhan.
- Hasil asimetris, di mana satu sisi wajah tampak berbeda dari sisi lainnya.
- Jaringan parut yang menonjol, terutama pada kulit sensitif.
- Risiko ini tidak bisa diabaikan dan bisa menjadi masalah permanen.
“Semua prosedur bedah estetika memiliki risiko. Bahkan pada tangan dokter berpengalaman, komplikasi seperti infeksi atau hasil yang tidak simetris tetap bisa terjadi,” ujar ahli bedah plastik asal New York dan chief medical officer di RealSelf, dokter Lara Devgan dikutip dari Healthline.
2. Ketergantungan dan Gangguan Psikologis
Operasi plastik bukan hanya mengubah wajah, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang. Banyak pasien yang awalnya hanya ingin memperbaiki satu bagian wajah, namun akhirnya terjebak dalam siklus tak berujung karena rasa tidak puas terhadap hasil yang didapat.
