Inikah Boneka Terkutuk yang Menginspirasi Film Child's Play
- Wikipedia
VoxPop – Robert the Doll dijuluki sebagai boneka paling menyeramkan di dunia. Dia juga diyakini menjadi inspirasi boneka Chucky dalam film horor Hollywood yang sempat populer.
Boneka itu adalah hadiah yang diberikan untuk Robert Eugene Otto pada tahun 1904 dari seorang pembantu asal Bahama yang pernah bekerja di keluarga Otto. Diyakini boneka yang memiliki nama sama dengan pemiliknya tersebut sudah diberi sihir hitam dan voodoo.
Dikutip dari The Sun, Robert adalah boneka kayu dengan tinggi sekitar 101,6 centimeter dan berseragam pelaut warna putih. Boneka ini adalah buatan tangan dari sebuah perusahaan di Jerman, Steiff Company.
Robert diyakini dibuat untuk tampilan sebuah pertunjukan, bukan sebagai mainan. Legenda menyebutkan Otto menyalahkan bonekanya atas semua kerusakan terhadap mainannya lainnya dan suara-suara ketukan di malam hari.
Orangtuanya juga sering mendengar Otto berbicara dengan boneka tersebut. Awalnya, mereka menganggap Otto hanya berbicara sendiri dengan suara yang sengaja diubah seperti kebanyakan anak-anak yang suka berbicara dengan boneka. Tapi pada akhirnya, mereka yakin bahwa Robert sebenarnya bisa bicara.
![]()
Bahkan, beberapa tetangga mengaku telah melihat Robert bergerak dari jendela ke jendela ketika keluarga Otto sedang tak ada di rumah. Sementara tetangga lainnya melaporkan melihat ekspresi wajah boneka itu berubah.
Ketika Otto tumbuh dewasa dan menjual rumah keluarganya, dia meninggalkan Robert di loteng rumah. Pemilik baru rumah tersebut mengaku telah mendengar Robert bergerak di dalam rumah pada malam hari. Beberapa anggota lain melaporkan mendengar dia tertawa.
Setelah kejadian-kejadian aneh, Robert akhirnya disumbangkan ke Museum East Martello di Key West, Florida pada tahun 1994. Namun kontroversi di sekitarnya belum berakhir. Kamera dan perangkat elektronik rusak ketika berada di dekatnya.
Banyak juga yang mengaku mengalami nasib sial setelah melihatnya di museum, seperti mengalami kecelakaan mobil, kehilangan pekerjaan hingga perceraian. Seorang staf museum mengatakan bahwa Robert mendapat satu sampai tiga surat setiap hari dari pengunjung yang meminta maaf karena melakukan hal yang tak baik di sekitarnya dan meminta untuk mencabut kutukan.
