Terinspirasi Power Rangers, Bimbel Super Seru Ada di Jogja

Hafidh Rifky Adiyatna
Sumber :
  • VoxPop/Isra Berlian

VoxPop – Lembaga bimbingan belajar makin menjamur belakangan. Hal ini sejalan dengan adanya standar kelulusan siswa yang ditetapkan oleh pemerintah. 

img_title 10 Cara Menemukan Inspirasi Bisnis yang Potensial dan Kreatif!

Orangtua pun berlomba-lomba memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar karena khawatir anaknya tidak mendapatkan nilai sesuai dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan.

Jika umumnya para siswa dalam satu kelas diajarkan dengan metode yang sama, namun Teacher Rangers yang berada di bawah naungan Youth Educational Centre (YEC), berbeda.

img_title Berawal dari Dropship, Gamer Ini Punya Rental Mobil dan Beberapa Vila Miliaran di Bali

Hafidh Rifky Adiyatna pria berusia 26 tahun asal Yogyakarta yang berada di balik bisnis ini mengutarakan bahwa program yang ditawarkan kepada calon siswanya berawal dari pemahaman atas talenta atau bakat yang dimiliki oleh siswa. 

Maka dari itu, sebelum menjalani treatment pengajaran, calon siswa terlebih dahulu akan menjalani serangkaian assesment untuk mengetahui metode pemebelajaran seperti apa yang cocok untuk mereka. Apakah anak itu termasuk anak yang auditori, visual, atau kinestetik dan sebagainya. 

img_title Dari Kurir Paket Kini Jadi Influencer, Pria Ini Sukses Bisnis Laundry dan Jasa Pembuatan Website

"Dari tes bakat itu dia akan dapat report. Report itu akan dikomunikasikan dengan orang tua. itu yang enggak dilakukan oleh bimbel lain. Kalau bimbel lainnya semua anak diajarkan sama," jelas dia saat berbincang dengan VoxPop di Grand Hyatt Jakarta Pusat, Kamis 5 April 2018. 

Dia menambahkan, setiap pengajar yang ada di sana akan mengajarkan anak sesuai dengan karkteristik para siswanya. 

"Jika muridnya lebih ke auditori maka dalam proses pembelajaran para siswa akan lebih banyak diajak berdiskusi daripada menulis agar mereka lebih terstimulus. Kalau visual, mereka akan diberikan video atau gambar karena di sini indera penglihatan dia lebih dominan," jelas dia. 

Tidak hanya itu, bimbingan belajarnya pun lebih mengutamakan kenyamaman siswa maka dari itu semua pengajar yang ada di tempatnya itu berusia di bawah 30 tahun. 

"Makanya disebut youth educational center. Jadi anal-anak enggak bosen belajar sama sekali sama tim kita. Pengajar kita pun namanya Teacher Rangers terinspirasi dari Power Rangers. Jadi mereka merasa tidak belajar dengan guru tapi dengan superhero," jelas dia. 

Ilustrasi anak belajar.

Dia menambahkan, YEC ini juga menggunakan strategi pendekatan siswa secara emosional dengan menyediakan tenaga psikologis. Siswa bisa berkonsultasi secara gratis dengan psikolog sehingga para guru dapat turut mengetahui kondisi psikologis para siswanya. Hal ini tentunya akan berguna ketika siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran dan merasa tertekan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut