Kisah Istri Dubes Rusdi Kirana Ikut Masak di Warung TKI
- VoxPop/Rintan Puspitasari
"Iya Senin sampai Jumat. Cuma kami gantian, memang ada beberapa saja yang bisa aktif sekali. Karena ibu-ibu (DWP) itu kan ada anak, keluarga, jadi memang itu diberi prioritas. Tapi semua anggota kami sudah pernah terjun ke dapur," ujarnya.
![]()
jangan sepelekan hasilnya. Karena meski baru buka sebulan, penghasilan yang bisa dibawa pulang para TKI dengan pembagian 80-20 persen dengan DWP itu cukup lumayan.
"Minggu pertama 500 ringgit (sekitar Rp1,8 juta) untuk 10 anak, minggu kedua kami dapat 1.800 ringgit (sekitar Rp6,4 juta) tapi tim 15 (dibagi 15 anak). Lumayan, tapi ya memang tujuannya hanya untuk membantu adik-adik ini selama di shelter daripada enggak melakukan sesuatu. Sebagian sudah pulang bawa uang. Kemarin ada seorang bawa pulang 692 ringgit (Rp2,5 juta)," katanya.
Penghasilan mereka selama ikut aktif di Warung Saya Mau Sukses tersebut hanya bisa diambil saat para TKI akan kembali pulang ke kampung halamannya. Hal ini karena mereka dilarang membawa uang selama di shelter. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan ditanggung konselor.
Menghadapi TKI bermasalah hingga ditampung di shelter dengan jumlah yang tak sedikit dan selalu berubah-ubah jumlahnya tentu bukan tugas mudah bagi wanita berparas ayu ini. Tapi baginya hal itu sudah menjadi keseharian yang menyenangkan, karena bisa berbagi dan meringankan beban para TKI.
"Senang-senang saja ngajarin mereka, karena bisa memberikan sesuatu untuk adik-adik yang kekurangan dari kita. Mereka belum terlalu terbuka, cuma saya tanya masalah mereka bisa sampai shelter," kata Iesien dengan mata berkaca-kaca. (mus)
