Cinta Lingkungan, Nadine Chandrawinata Pungut Sampah di Laut

Nadine Chandrawinata di Pulau Utara Selandia Baru.
Sumber :
  • Tourism New Zealand (TNZ)

VoxPop – Artis sekaligus pegiat lingkungan, Nadine Candrawinata, dikenal dengan hobi traveling dan menyelam di laut. Melalui hobinya itu, ternyata Nadine berniat menularkan cara menjaga kebersihan lingkungan di Tanah Air.

img_title Berhasil Keliling Dunia, TikToker Ini Spill Pengalaman Tak Terduga di Negara Orang

Dikatakan Nadine, sampah plastik menjadi perhatiannya saat ia traveling. Sebab, tak sedikit sampah plastik yang beredar di sekeliling terumbu karang di laut tempat ia menyelam.

"Sampah bukan hanya masalah di Indonesia, juga di semua negara. Tapi sangat disayangkan kita urutan kedua penghasil sampah plastik tertinggi. Saya penyelam dan sering ketemu sampah di laut, khususnya sampah plastik yang nyangkut di terumbu karang," ujar Nadine dalam acara #BijakBerplastik di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

img_title Peringati Hari Lingkungan Hidup, Jakarta Bakal Matikan Lampu Malam Ini 60 Menit

Melihat hal tersebut, Nadine kemudian menyelam di laut sambil membawa misi mengumpulkan sampah plastik di beberapa titik di laut. Apalagi, ia mengaku bahwa sampah plastik di laut bisa membahayakan penghuni di dasar lautan.

"Kalau kanan kiri ada sampah ngambang di permukaan, bisa bahayakan satwa laut. Jadi aku mengumpulkan sampah enggak hanya di satu titik, tergantung curah hujan dan arus iklim, di situ nyari sampah di terumbu karang," kata dia.

img_title Jepang Masih Favorit, Tapi Kota-kota Hidden Gems Ini Mulai Diburu Wisatawan Indonesia

Nadine menegaskan agar masyarakat lebih ramah bersikap terhadap lingkungan. Bijak dalam mengumpulkan dan mencegah sampah plastik beredar di sekitarnya. Hal itu bisa dilakukan dengan beberapa cara mudah.

"Kalau traveling bisa enggak bawa botol plastik, tapi bawanya tumbler. Kalaupun bawa botol plastik, bisa dikumpulin dulu. Belanja juga bisa pakai tas belanjaan sendiri agar tidak buang-buang sampah plastik," ungkapnya.

Gempa Jepang menyebabkan tanah seperti bernafas.

Usai Gempa M 7,1 di Jepang, Apakah Wisatawan Masih Aman Berkunjung?

Gempa hebat berskala 7,1 magnitudo menguncang Pulau Kyushu Jepang pada Selasa 28 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Lantas masih amankah pergi ke Jepang?

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut