Jatuh Bangun Meri untuk Biyantie hingga Beromzet Ratusan Juta
- VoxPop/Jujuk Erna
"Padahal waktu itu ada orderan dari Korea 1.000 pieces. Kenapa bangkrut itu karena jarak jauh (Meri di Jakarta, produksi di Yogyakarta) dan tidak ada kontrol. Itu bangkrut sekitar Desember 2013, pegawai terakhirku 15 orang di Yogya," katanya.
Meski demikian, keberuntungan masih memihaknya. Pada Februari 2014, Biyantie yang saat itu telah terdaftar di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) diminta Dinas Perindustrian untuk mengisi pameran di INACRAFT (The Jakarta International Handicraft Trade Fair) pada April tahun yang sama. Namun karena usahanya tengah terpuruk dan tidak memiliki stok barang, ia akhirnya menjual tas yang dipasok teman.
Tak disangka tasnya laris manis dan dari sana, Biyantie dikenal sebagai produsen tas, padahal waktu itu belum memproduksi tas secara mandiri. Meri baru memproduksinya Agustus 2014 dengan mengandeng seorang mitra. Sayangnya selama setahun itu, dia ditipu mitranya.
"Pada masa itu aku dikerjain, aku ditipu, aku merasa pada saat itu penjualannya sudah lumayan, tapi kok aku disuruh transfer uang terus sampai minta gaji suami. Akhirnya bulan Februari berikutnya aku pikir ini cukup," kata Meri.
Meri pun memutuskan memulai usahanya sendiri. Hanya dengan sisa uang Rp10 juta, ia memulai usaha khusus tas kulit dengan nama Biyantie. Sebuah nama yang telah dipakai sejak awal merintis usahanya. Label yang terdengar cantik dengan arti yang menarik. Ternyata nama itu merupakan usulan dari teman yang luar biasa.
"Teman pernah usul namanya Biyantie, yakni penokohan kita terhadap perempuan Indonesia yang menjalani peran idealnya perempuan. Jadi ibu rumah tangga, berkarya, berdaya ekonomi dan berjiwa sosial. Jadi all in one ada di Biyantie dan dengan tagline I'm Yours, itu kan bikin meleleh. Ini rasanya aku banget," tutur wanita yang hobi menyanyi dan olahraga itu.
Nama tersebut kemudian juga tergambar dalam usaha Meri merintis usahanya. Meski berkali-kali jatuh dan terpuruk, hal itu tidak membuat Meri berhenti dan menyerah. Baginya sedih saat jatuh adalah suatu hal yang wajar. Namun yang terpenting ialah bangkit usai jatuh berkali-kali.
