Murid SD di Seoul Ketagihan Main Gamelan
- Dokumentasi KBRI Seoul
Dua jam waktu yang diberikan tidak membuat mereka puas, bahkan sebagian murid enggan pulang dikarenakan masih ingin bermain gamelan. Melihat antusiasme yang sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan bahwa kelas gamelan singkat tersebut akan dilakukan lebih sering lagi secara berkala.
Duta Besar RI – Korea Selatan, Umar Hadi yang turut menyaksikan kelas tersebut juga terlihat sehati dengan apa yang dirasakan anak-anak. Dubes yang semasa kecilnya juga mempelajari gamelan menyampaikan bahwa gamelan mencerminkan nilai-nilai Bangsa Indonesia yang menekankan kepada kekuatan kerja sama dan harmoni.
“Harmoni dalam gamelan diciptakan melalui penerapan disiplin dari setiap permainan instrumen. Prinsip yang sama berlaku untuk kehidupan kita yang eksistensinya senantiasa harus bergerak secara harmonis dengan orang lain, ”kata Umar Hadi seraya menggarisbawahi pentingnya pertukaran budaya untuk menjembatani saling pengertian antar Bangsa.
KBRI Seoul selama ini senantiasa memfasilitasi siapa pun yang ingin belajar gamelan di Korsel. Hal tersebut juga menjadi salah satu ujung tombak upaya promosi budaya Indonesia di Negeri Ginseng ini.
Sebagai informasi, sejak Mei tahun lalu, KBRI Seoul membuka kelas gamelan kepada warga Korsel dan warga internasional yang bermukim di Korea Selatan. Kelas khusus untuk Warga Negara Indonesia juga disediakan. Selain sebagai upaya pembinaan budaya, kelas untuk masyarakat Indonesia ini juga dimaksudkan untuk mengobati rasa rindu pada Tanah Air. Selain itu, KBRI Seoul juga bekerja sama dengan Seoul Institute of the Arts, sebuah Perguruan Tinggi Seni terkemuka di Korsel untuk memberikan pelajaran gamelan kepada para mahasiswa – mahasiswi Perguruan Tinggi tersebut.
