Bocah 11 Tahun Makan 5 Kali Sehari, Alasannya Menyentuh Hati

Lu Zikuan
Sumber :
  • The Star

VoxPop – Makan menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi orang setiap harinya. Itu karena makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan tubuh dan otak.

img_title Mengenal Hendra Arifin, Pendiri HokBen yang Tinggalkan Karier sebagai Insinyur, Keputusannya Sempat Ditentang Keluarga

Jika kebanyakan orang makan untuk hidup, Lu Zikuan yang berusia 11 tahun dari China makan agar ayahnya bisa hidup. Siswa kelas empat dari kota Xinxiang, Henan,  sebelumnya diketahui memiliki berat 30 kilogram (kg), dan kini berat badannya bertambah 10 kg dalam rentang waktu tiga bulan setelah makan lima kali sehari.

Dengan makanannya yang sebagian besar terdiri dari daging berlemak dan nasi, ia hampir mencapai berat badan 50 kg. Alasan Zikuan melakukan ini adalah karena ayahnya, Lu Yanheng, didiagnosis menderita leukemia tujuh tahun lalu dan telah mendapatkan perawatan karena kondisinya, namun kesehatannya mulai memburuk pada Agustus lalu dan membutuhkan transfusi darah.

img_title Bocah Perempuan 4 Tahun di Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Menteri PPPA Janji Kawal Kasusnya

Dikutip dari World of Buzz, Yanheng diberi tahu bahwa satu-satunya cara baginya sekarang adalah mendapatkan transplantasi sumsum tulang. Dan setelah melakukan tes kepada anggota keluarganya, sumsum tulang Zikuan menjadi satu-satunya yang cocok dengan ayahnya.

Ini merupakan kabar baik bagi keluarga. Namun, Zikuan saat itu hanya memiliki berat 30 kg, yang mendiskualifikasinya menjadi donor tulang karena kekurangan berat badan.

img_title Ngeri! Bocah 9 Tahun di Bekasi Tersungkur Saat Bermain, Dada Tertembus Diduga Karena Peluru Nyasar

“Para dokter mengatakan untuk bisa mendonorkan sumsum tulang saya, saya harus memiliki berat setidaknya 45 kg.  Berat ideal adalah 50 kg. Segera, saya akan mencapai 50 kg dan akan dapat menyelamatkan ayah saya," kata dia.

Kendati demikian, meningkatkan asupan makanan sejak Maret lalu telah menambah beban tambahan pada kondisi keuangan keluarganya. Ibunya, Li Jinge hanya menghasilkan sekitar 2.000 yuan atau setara dengan Rp4,1 juta sebulan dari pekerjaan sambilannya di sebuah toko kelontong. Dan ini tidak cukup untuk mendukung tujuan anaknya menambah berat badan.

Dia tidak hanya harus merawat suami dan putranya, dia juga harus merawat anak kembar yang berusia 8 tahun dan mertuanya yang menderita tekanan darah tinggi dan masalah jantung.

"Kami telah menghabiskan lebih dari 500 ribu yuan (Rp1 miliar) untuk tagihan medis suami saya, dan sebagian besar uang itu dipinjam dari kerabat dan teman," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut