Cerita Viralnya Misteri KKN di Desa Penari yang Bikin Heboh
- Twitter/@@SimpleM81378523
VoxPop – Seorang YouTuber bernama Nessie Judge mengunggah sebuah video yang menampilkan dirinya sedang menjelaskan dan menceritakan ulang secara jelas dan padat mengenai cerita yang sedang viral yakni mahasiswa yang sedang KKN di Desa Penari. Kisah KKN Desa Penari viral ketika diunggah oleh pemilik akun twitter, @simpleM8138523.
Di awal ceritanya, Nessie menjelaskan bahwa sebenarnya cerita ini terjadi pada akhir tahun 2009 lalu dan menimpa sekelompok mahasiswa angkatan tahun 2005-2006 yang sedang KKN.
Baca Juga: Westlife Siap Gelar Konser Internasional Pertama di Sam Poo Kong
Ada dua sudut pandang cerita, yakni cerita Nur dan Widya. Kedua cerita tersebut saling berkaitan satu sama lain. Ada beberapa tokoh dalam cerita ini, mereka adalah Nur, Widya, Bima, Ayu, Wahyu, Anton, Mbah Uyut, Pak Prabu, dll.
Nessie bercerita dengan diawali oleh Ayu dan Nur yang sedang mencari tempat KKN. Kakak Ayu, yakni Ilham akhirnya membantu mereka untuk menemukan tempat KKN dan mengantar ke sebuah desa yang viral disebut Desa Penari. Perjalanan dari kota ke desa tersebut memakan waktu 4-6 jam. Di tengah perjalanan, Nur sudah merasakan banyak hal aneh.
“Nur merasa sedikit bimbang. Desa ini terletak di daerah timur yang mana dia percaya orang-orang barat mestinya enggak boleh ke timur. (Di jalan Nur melihat ada seorang pengemais bapak-bapak kakek-kakek tua yang melihat dia dengan tatapan dingin yang seolah bilang jangan-jangan ke sana),” jelas Nessie dalam video.
Kemudian, Nur juga melihat sosok penari cantik di tengah hutan di atas batu dalam perjalanan ke desa tersebut. Namun tiba-tiba saja penari itu hilang.
“Nur melihat seorang wanita cantik sedang menari di atas batu. Parasnya elok, sangat cantik dengan tatapan mata tajam melihat ke arah Nur. Pas Nur lihat hilang,” kata Nessie.
Sampai akhirnya Nur dan Ayu pun mengajak semua teman-temannya termasuk Widya untuk KKN di desa tersebut. Sejak saat itulah banyak kejadian nahas dan menyeramkan yang terjadi dan dialami oleh mahasiswa-mahasiswa tersebut.
