Luar Biasa, Wanita Rela Erami Telur di Payudara Hingga Menetas
- Pixabay/ponce_photography
Seiring waktu berlalu dan embrio di dalam telur mulai tumbuh, Betsy mulai mencari tahu di internet apa yang harus dilakukan ketika telur mulai menetas. Ia kemudian tahu kalau telur itu butuh lebih banyak kelembaban dan dia harus berhenti memutarknya. Karenanya, bra tidak lagi bisa bekerja jadi dia mulai membuat kotak penetasan.
"Di hari ke-35, aku mulai mendengar bunyi dan internet mengatakan itu disebut dengan pipping dan paruhnya mendorong cangkang," kata Betsy.
Tapi, prosesnya ternyata tidak semulus yang dia perkirakan. Sehari setelah menaruh telur bebek di kotak penetasan, Bestsy menyadari ada yang salah dan memanggil dokter hewan. Ternyata, bebek di dalam telur terbungkus membran dan dia harus mengupas kulitnya agar paruh bebek bisa keluar dan bernapas.
Bebek kecil itu akhirnya keluar cangkang tapi masih menempel pada kuning telur di dasarnya. Dia diberi tahu kalau dia mengerami telur itu terlalu dini. Dia kemudian mengetahui lewat Reddit kalau itu dikarenakan suhu inkubator yang terlalu rendah atau karena suhunya tidak stabil.
"Aku mengambil tisu dan membungkusnya di bagian cangkang yang masih ada kuningnya dan menaruh Neosporin supaya tidak terinfeksi. Mungkin bukan ide yang baik tapi aku takut," jelas Betsy.
Bahkan setelah bebek itu menyerap kuning telur, bebek itu masih terlalu lemah untuk berdiri atau bahkan bergerak. Tapi, ibu manusianya tidak menyerah dan terus merawat bebek mungil itu dengan memberinya air setiap waktu. Bebek itu akhirnya punya kekuatan untuk berjalan dan Betsy membuat wadah khusus agar bisa membawanya kemanapun.
Saat bebek itu sudah cukup beasr, Betsy menelpon salah satu orang yang dikenalnya di penyelamatan hewan dan menemukan rumah baru untuk bebek itu di peternakan terdekat di mana seorang gadis kecil tidak sabar untuk bertemu dengannya.
"Dia baik-baik saja dan punya gadis manusia baru yang menyayanginya," kata Betsy.

