Heboh, Pria Mengaku Nabi Teriak Dunia akan Musnah Karena Corona

Ribuan orang berkumpul di kota Puerto Plata, Republik Dominika.
Sumber :
  • Oddity Central.

VoxPop – Di saat banyak negara memberlakukan langkah-langkah sosial yang sangat jauh untuk memperlambat penyebaran virus corona atau COVID-19, ribuan orang berkumpul di kota Puerto Plata, Republik Dominika, untuk mendengarkan 'peziarah' yang menggembor-gemborkan bahwa Tuhan akan menyingkirkan negara itu dan seluruh dunia karena pandemi ini. 

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Kerumunan ribuan orang yang melanggar aturan lockdown di negara itu, menemani seorang peziarah Mildomio Adames menuju alun-alun setempat, di mana pria tersebut memproklamirkan dirinya dan mengaku bahwa dia mendapatkan wahyu dari Ilahi. 

Dengan penuh semangat, Adames mengatakan kepada banyak orang bahwa ia harus membuang salib kayu besar ke laut agar Tuhan mengakhiri pandemi COVID-19. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Pada hari Senin, mereka mengatakan bahwa dunia dan Republik Dominika dan banyak negara di dunia tidak akan memiliki penyakit karena Tuhan telah membersihkan kita," ujar Adames dalam akun YouTube resminya, dikutip VoxPop dari Oddity Central, Kamis 30 April 2020. 

Menurut Uskup Puerto Plata, Monsignor Julio Cesar Corniel Amaro, sebelum berkumpul di tempat terbuka untuk mendengar wahyu si peziarah, massa terlebih dahulu menyerbu Katedral San Felipe Apostol.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Ketika 'peziarah' tiba di katedral, yang ditutup waktu itu, mereka secara paksa membuka pintu dan memasuki tempat itu sekitar 10 menit, kemudian pergi setelah mendapat pesan dari pemimpin kelompok," kata Amaro dalam sebuah pernyataan. 

Dikecam

Massa berjumlah ribuan orang ini telah mengejutkan seluruh masyarakat Republik Dominika. Tokoh masyarakat daTn politisi turut mengecam aksi tersebut. Bahkan, seorang senator mengatakan peristiwa itu sebagai 'serangan teroris' yang mengancam keselamatan seluruh negara. 

Mildomio Adames, yang menyebut dirinya sebagai 'The Pilgrim' menepis tuduhan tersebut. Ia mengatakan, ia tidak menyangka ada begitu banyak orang berkumpul untuk menyambutnya. Namun, hal itu tidak menghentikannya untuk berkhutbah dengan meminta orang-orang untuk bertobat dari dosa-dosa mereka dan mencari Tuhan. 

Adames mengklaim, ia memulai ziarah dari provinsi asalnya di San Cristobal untuk memohon kepada Tuhan agar mengasihani umat manusia dalam menghadapi pandemi virus corona saat ini. Ia juga mengatakan bahwa pandemi ini sudah datang sejak tahun lalu, karena Yesus Kristus telah mengirimkan beberapa tanda kepadanya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut