Hilang 2 Tahun, Wanita Ini Ditemukan Masih Hidup Mengambang di Laut

Wanita yang hilang selama 2 tahun ditemukan masih hidup mengambang di laut.
Sumber :
  • Rolanda Visbal Lux/Newsflash

VoxPop – Misteri seorang wanita yang ditemukan masih hidup di laut dan diselamatkan oleh dua nelayan, membuat publik bingung. Wanita Kolombia itu jatuh dari grid 2 tahun lalu, dan polisi masih menyelidiki kabar tentang kehilangan dan penyelamatannya.

img_title Bom Meledak di Kantor Polisi Kolombia, 10 Orang Luka-luka

Video viral penyelamatan wanita ini dengan cepat menyebar di dunia maya. Adalah nelayan, Roland Visbal, yang berhasil menyelamatkan Angelica Gaitan, setelah ditemukan sedang mengambang tak sadarkan diri 1,2 mil dari Puerto, Kolombia.

Baca Juga: Ngeri, Detik-detik Nenek dan Cucunya Diserang Banteng

img_title Sisi Gelap Piala Dunia: Studi Ungkap Kasus KDRT Naik hingga 38 Persen saat Tim Favorit Kalah

Gustavo dan temannya, melihat tubuh wanita 46 tahun itu mengambang di permukaan laut. Namun, awalnya mereka menganggap itu hanyalah sebatang kayu apung. Diduga, wanita itu bertahan selama berjam-jam, hingga berulang kali pingsan dan sadar.

Dalam video dramatis itu, kedua pria awalnya memanggil-manggil wanita itu. Ketika perahu mereka berhasil mendekat, wanita itu tidak merespons. Dilaporkan bahwa, setelah lebih dari 8 jam di dalam air, wanita itu menderita kelelahan dan hipotermia.

img_title Komplit! Daftar 8 Tim Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Swiss Susul Argentina usai Singkirkan Kolombia

Gustavo dan temannya kemudian mengikatkan tali pada wanita itu untuk menariknya ke dalam perahu. Kedua pria itu akhirnya berhasil menyelamatkannya.

"Saya dilahirkan kembali. Tuhan tidak ingin saya mati," kata Gaitan ketika pertama kali tersadar, dikutip dari Healthy Food House, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Gaitan menangis saat berhasil keluar dari laut. Kedua penyelamatnya kemudian membawa Gaitan ke pantai dan penduduk setempat segera menghampirinya. Lalu, Gaitan dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, ketika diidentifikasi, ceritanya mengejutkan banyak orang.

Diduga, setelah 20 tahun dianiaya oleh suaminya, dia melarikan diri dua tahun yang lalu. Sejak itu, keluarganya kehilangan kontak dengan Gaitan, dan tidak tahu apakah wanita itu masih hidup atau tidak.

"Penganiayaan dimulai pada kehamilan pertama. Dia memukuli saya, dia melecehkan saya dengan kejam. Pada kehamilan kedua saya, pelecehan terus berlanjut dan saya tidak bisa menjauh darinya karena anak-anakku masih kecil," kata Gaitan bercerita.

Ketika wanita malang itu melaporkan KDRT yang dialami ke otoritas setempat, polisi hanya menahan suami Gaitan 24 jam, setelah itu ia kembali ke rumah dan melanjutkan penyerangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut