Hari Bumi, 5 Kiat Jaga Kebersihan Lingkungan ala Dosen TikTok
- U-Report
VoxPop – Setiap 22 April merupakan peringatan sebagai Hari Bumi Sedunia, yang juga dikenal sebagai Earth Day. Konsep yang diusung pun berbeda tiap tahunnya, di mana tahun 2021 ini menyajikan Restore Our Earth atau Memulihkan Bumi Kita.
Anda masih ingat tentang dosen TikTok yang viral berkat konten edukasinya yang kocak dan seru? sang dosen TikTok, masuk dalam nominasi Best of Learning and Education di TikTok Awards Indonesia 2020.
Dosen yang sempat merasa terlalu tua untuk ‘bermain’ TikTok ini sekarang memiliki lebih dari 560 ribu follower dengan total 8,4 juta like, padahal belum sampai satu tahun ia aktif di platform media sosial ini.
Menyambut Hari Bumi, Dr. Ira Mirawati M.Si., membuat konten edukasi di TikTok yang dengan kepeduliannya pada bumi. Misalnya, #Taugasih Kalian Bisa Bikin Konten Cinta Hutan dan Skripsi Bertema Kelestarian Hutan. Ira yang juga dikenal dengan sebutan Dosen TikTok itu, memiliki alasan tersendiri terkait kelestarian bumi.
Ketua Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung, itu lahir dan dibesarkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memiliki kedekatan dengan alam. Sekitar 500 meter di depan dan 500 meter di belakang rumahnya terdapat hutan, yang sering kali menjadi tempatnya bermain, sekaligus tempat ibunya bekerja sebagai petani karet.
“Mau tidak mau, kita harus merawat bumi ini. Hayuklah kita sama-sama melakukannya. Di mana pun kita tinggal, entah di kota, di dekat hutan, atau di dekat laut, kita bisa, kok, berkontribusi. Langkah-langkah kecil kita akan membantu meminimalkan dampak perubahan iklim,” kata Ira, dalam keterangan persnya.
Lalu, bagaimana cara Ira menunjukkan kepedulian mereka kepada bumi? Ini jawabannya:
Going paperless
Ira menyadari, pandemi mendatangkan kebiasaan baru yang baik bagi kesehatan bumi. Salah satunya adalah pengurangan kertas yang signifikan.
“Tugas kuliah yang dulunya dikumpulkan dalam bentuk hardcopy, sekarang dikirim softcopy saja. Begitu juga dengan skripsi. Bayangkan, kalau satu skripsi tebalnya 250 halaman dan harus diberikan kepada 5 dosen, seorang mahasiswa akan menghabiskan hampir 3 rim kertas. Itu pun kalau skripsinya langsung jadi! Kalau ada revisi, berarti makin banyak lagi kertas yang dipakai. Bagusnya, selama pandemi jadi no ngeprint ngeprint,” kata Ira
